kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.058   -19,00   -0,11%
  • IDX 5.692   -147,63   -2,53%
  • KOMPAS100 754   -18,04   -2,34%
  • LQ45 567   -14,29   -2,46%
  • ISSI 199   -4,04   -1,99%
  • IDX30 321   -7,87   -2,39%
  • IDXHIDIV20 396   -10,45   -2,57%
  • IDX80 85   -1,87   -2,15%
  • IDXV30 108   -3,45   -3,10%
  • IDXQ30 104   -2,46   -2,31%

Pertumbuhan Industri non migas turun jadi 5,5%


Senin, 16 November 2015 / 06:09 WIB


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perlambatan ekonomi dalam negeri membuat pemerintah tak yakin mencapai target pertumbuhan industri yang telah ditargetkan di awal tahun ini. Kementerian Perindustrian (Kemenprin) memprediksi pertumbuhan industri non migas hanya mentok di angka 5,5% hingga akhir tahun 2015. Padahal target pertumbuhan industri non migas dalam negeri digadang gadang sebesar 6,1%.

Syarif Hidayat, Sekretaris Jenderal Kemenperin mengungkapkan, keraguan ini dikarenakan dua faktor yang mengganggu pertumbuhan industri tanah air. pertama. ekonomi global yang belum stabil membuat ekonomi dalam negeri juga ikut kena getahnya yakni beberapa negara tujuan ekspor menahan belanja usahanya.

Kedua. faktor internal yakni kurs garuda yang masih tertekan oleh kurs dollar Amerika Serikat (AS) menyebabkan pembelian bahan baku produksi juga ikut naik. Seperti diketahui, bahan baku untuk kebutuhan otomotif, makanan dan minuman, serta industri lainnya juga masih mengandalakan impor untuk bahan baku utama.

Syarif juga menyebut, beberapa insentif yang diberikan pemerintah nyata juga belum mampu mendongkrak pertumbuhan industri dalam negeri. "Sulit mencapai target ini , kalau mau target optimis ya diangka 5,5%," ujar Syarif, Jumat (13/11).

Sejalan dengan Kemenprin, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, pada kuartal III 2015 menunjukkan terjadi penurunan untuk industri manufaktur pendukung dalam negeri. Sektor tersebut seperti pakaian jadi turun 12,01%, minuman turun sebesar 7,38%, alat angkut lainnya 5,71%, kertas dan barang dari kertas turun 2,22%, tekstil 1,49 dan kayu, barang dari kayu dan gabus turun sebesar 1,65%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×