kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Perubahan cuaca, harga telur makin mahal


Jumat, 15 Desember 2017 / 18:34 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak seminggu terakhir harga telur ayam ras mulai meningkat. Berdasarkan pantauan KONTAN, rata-rata harga ayam saat ini sudah mencapai Rp 25.000 per kg, sementara acuan penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 22.000 per kg.

Peningkatan harga ini menurut Koordinator Forum Peternak Layer Nasional (PLN), Ki Musbar disebabkan oleh menurunnya produksi telur akibat perubahan cuaca yang ekstrem sejak awal Desember.

"Dengan curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini maka kelembapan di dalam kandang akan meningkat. Ini akan mengganggu mekanisme produksi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (15/12).

Menurut Musbar, ayam petelur perlu melakukan adaptasi selama dua hingga minggu. Setelah itu, jumlah produksi akan kembali normal. Dia harap, harga telur ayam ras akan normal di minggu berikutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko. Dia bilang, perubahan cuaca mengakibatkan ayam terserang bakteri dan mengidap penyakit snot sehingga produksi telur berkurang.

Menurutnya, akibat cuaca, produksi telur berkurang 10% dari yang biasanya bisa mencapai 8.000-9.000 ton dalam sehari. Sementara, kebutuhan akan telur masih berkisar 8.000 butir bahkan cenderung meningkat 5% jelang akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×