kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Perubahan cuaca, harga telur makin mahal


Jumat, 15 Desember 2017 / 18:34 WIB
Perubahan cuaca, harga telur makin mahal


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak seminggu terakhir harga telur ayam ras mulai meningkat. Berdasarkan pantauan KONTAN, rata-rata harga ayam saat ini sudah mencapai Rp 25.000 per kg, sementara acuan penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 22.000 per kg.

Peningkatan harga ini menurut Koordinator Forum Peternak Layer Nasional (PLN), Ki Musbar disebabkan oleh menurunnya produksi telur akibat perubahan cuaca yang ekstrem sejak awal Desember.

"Dengan curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini maka kelembapan di dalam kandang akan meningkat. Ini akan mengganggu mekanisme produksi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (15/12).

Menurut Musbar, ayam petelur perlu melakukan adaptasi selama dua hingga minggu. Setelah itu, jumlah produksi akan kembali normal. Dia harap, harga telur ayam ras akan normal di minggu berikutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko. Dia bilang, perubahan cuaca mengakibatkan ayam terserang bakteri dan mengidap penyakit snot sehingga produksi telur berkurang.

Menurutnya, akibat cuaca, produksi telur berkurang 10% dari yang biasanya bisa mencapai 8.000-9.000 ton dalam sehari. Sementara, kebutuhan akan telur masih berkisar 8.000 butir bahkan cenderung meningkat 5% jelang akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×