kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.932   4,00   0,02%
  • IDX 6.196   77,23   1,26%
  • KOMPAS100 798   9,28   1,18%
  • LQ45 610   7,06   1,17%
  • ISSI 217   3,68   1,73%
  • IDX30 340   3,89   1,16%
  • IDXHIDIV20 435   5,17   1,20%
  • IDX80 91   1,10   1,22%
  • IDXV30 118   1,80   1,55%
  • IDXQ30 111   1,02   0,93%

Harga jagung naik, HET telur juga perlu naik


Kamis, 31 Agustus 2017 / 19:14 WIB


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Naiknya harga jagung membuat biaya produksi telur naik. "Karena harga jagung naik, harga eceran tertinggi (HET) telur juga perlu naik," ujar Singgih Januratmoko, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia kepada KONTAN (31/8).

Singgih bilang jagung merupakan sebagian besar pakan yang digunakan untuk ternak. Komposisi jagung dalam pakan ternak mencapai 50% hingga 60%. Singgih bilang, saat penentuan HET sebelumnya, harga jagung masih berkisar Rp 3.700 per kilogram (kg).

Berdasarkan penjelasan Singgih, untuk memroduksi 1 kg telur membutuhkan pakan sebanyak 3,2 kg. Hal tersebut ditambah lagi biaya lainnya untuk produksi.

Oleh sebab itu Singgih meminta agar pemerintah menaikkan HET telur yang sebelumnya sebesar Rp 22.000 per kg menjadi Rp 24.000 per kg. Singgih bilang harga tersebut belum tercapai hingga saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×