kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga jagung naik, HET telur juga perlu naik


Kamis, 31 Agustus 2017 / 19:14 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Naiknya harga jagung membuat biaya produksi telur naik. "Karena harga jagung naik, harga eceran tertinggi (HET) telur juga perlu naik," ujar Singgih Januratmoko, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia kepada KONTAN (31/8).

Singgih bilang jagung merupakan sebagian besar pakan yang digunakan untuk ternak. Komposisi jagung dalam pakan ternak mencapai 50% hingga 60%. Singgih bilang, saat penentuan HET sebelumnya, harga jagung masih berkisar Rp 3.700 per kilogram (kg).

Berdasarkan penjelasan Singgih, untuk memroduksi 1 kg telur membutuhkan pakan sebanyak 3,2 kg. Hal tersebut ditambah lagi biaya lainnya untuk produksi.

Oleh sebab itu Singgih meminta agar pemerintah menaikkan HET telur yang sebelumnya sebesar Rp 22.000 per kg menjadi Rp 24.000 per kg. Singgih bilang harga tersebut belum tercapai hingga saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×