kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Perumnas Bakal Garap Rusunami, Pengembang Swasta Kecewa


Rabu, 21 Januari 2009 / 12:56 WIB


Reporter: Ali Imron | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Berkah Imlek mampir di Perumahan Nasional (Perumnas). Mereka bakal menggarap lahan beberapa eks Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dibangun rumah susun sederhana milik (rusunami). Hanya saja, upaya itu ternyata membuat pengembang swasta sewot.

Bagaimana tidak, pengembang swasta sama sekali tidak kebagian jatah tanah eks BUMN untuk ikutan mendirikan rusunami. Walhasil, tanah seluas 800 hektare itu sepenuhnya akan digarap oleh Perumnas. “Rusunami ini kan diprioritaskan untuk karyawan BUMN jadi bukan untuk tujuan komersial. Dan saat ini kami sedang menyusun proyeknya,” kata Direktur Utama Perumnas Arief Himawan Sugoto, Rabu 21/1 di Jakarta.

Rencananya, di lahan itu akan dibangun 1.600 menara, dengan perincian, di setiap satu hektare bisa didirikan sekitar dua menara. Setiap satu menara tadi, terdiri dari 500 unit rusunami.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Bidang Rusunami REI, Muhammad Nawir bilang, Perumnas secara tidak langsung sudah memonopoli hak penguasaan lahan untuk mendirikan menara rusunami. Apalagi pengembang BUMN seperti Wika Realty dan Adhi Realty sama sekali tidak mendapatkan jatah. “Apakah Perumnas memiliki kapasitas untuk pembangunan sebanyak itu? Lah wong pembangunan rusunami di Kemayoran saja tersendat,” ujarnya.

Selama ini kan pengalaman perumnas itu bangun rumah susun sewa (rusunawwa). Jadi kalau Perumnas membangun rusunami pasti bakal menemukan kesulitan. Apalagi kalau sampai konsep pembangunannya itu adalah konsep mix used. Sudah begitu kebanyakan luas tanah eks BUMN itu sekitar 20 hektare sampai 40 hektare. “Jadi sayang sekali kalau diserahkan kepada Perumnas semua,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×