Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) mengusulkan kepada pemerintah agar susu santan kelapa berbasis UHT dijadikan sebagai bahan baku utama pengganti susu sapi impor dan masuk dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum Perpekindo, Muhaemin Tallo mengatakan, terobosan kebijakan ini penting guna mengatasi anjloknya harga kelapa di tingkat petani. Langkah ini dinilai menjadi solusi ganda atau win-win solution untuk menyerap kelebihan pasokan kelapa lokal sekaligus menekan biaya impor susu hewani nasional.
"Harga kelapa di tingkat petani merosot tajam hingga menyentuh angka Rp 1.800 per butir jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) akibat ketidakseimbangan pasokan dan daya serap industri yang terbatas," ujar Muhaemin dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: META Optimistis Prospek Bisnis Air Bersih Tetap Cerah, Ditopang Permintaan Industri
Menurutnya, agar petani bisa mengantongi keuntungan yang layak, harga ideal di tingkat petani berada di kisaran Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per butir.
Muhaemin juga membantah anggapan industri kekurangan bahan baku kelapa. Kondisi riil di lapangan, kata dia, justru menunjukkan bahwa gudang penyimpanan industri lokal telah penuh, sedang ekspor yang biasa menjadi penyeimbang harga tidak berjalan optimal. Pun, karakteristik kelapa yang cepat rusak dan memiliki masa simpan yang pendek memperparah kerugian petani jika tidak segera diserap pasar.
Oleh karena itu, guna menuntaskan masalah fluktuasi harga hasil panen, Perpekindo menawarkan diversifikasi pangan dengan memanfaatkan teknologi UHT pada santan kelapa sebagai minuman bergizi untuk program MBG.
Kebijakan ini diyakini mampu memberi dampak positif bagi perekonomian nasional, di antaranya menyerap produksi petani lokal, menciptakan pasar baru berkelanjutan yang menyerap jutaan ton kelapa dari petani dalam negeri, hingga menghemat devisa negara.
"Langkah tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku susu hewani dari negara-negara seperti Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat," imbuh Muhaemin.
Dari sisi kesehatan, ia bilang susu santan kelapa yang diolah secara higienis tanpa pemanasan berulang terbukti memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dibanding susu sapi.
"Dengan mengintegrasikan susu santan ke dalam MBG, petani terselamatkan, industri berkembang, dan kita mengonsumsi produk pangan bergizi asli komoditas lokal," imbuh Muhaemin.
Perpekindo juga berharap pemerintah dapat merespons cepat dengan menerbitkan regulasi khusus, seperti Instruksi Presiden (Inpres) untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran, serta mengamankan tata niaga kelapa nasional secara jangka panjang.
Baca Juga: Bulog Pastikan Beras Premium untuk MBG, Bukan Beras Subsidi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
