kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.757   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.430   -32,25   -0,50%
  • KOMPAS100 840   -11,84   -1,39%
  • LQ45 639   -9,41   -1,45%
  • ISSI 225   1,02   0,46%
  • IDX30 355   -5,00   -1,39%
  • IDXHIDIV20 444   -6,15   -1,37%
  • IDX80 96   -1,41   -1,45%
  • IDXV30 122   -1,94   -1,56%
  • IDXQ30 115   -1,64   -1,41%

Permintaan Sarung Tangan Naik, MARK Andalkan Kapasitas 1,6 Juta Hand Former


Jumat, 18 September 2026 / 14:11 WIB
Permintaan Sarung Tangan Naik, MARK Andalkan Kapasitas 1,6 Juta Hand Former
ILUSTRASI. PT Mark Dunamics Indonesia (DOK/Mark Dynamics Indonesia)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) melihat peluang pertumbuhan bisnis seiring meningkatnya permintaan sarung tangan global. Kondisi tersebut menjadi ruang bagi produsen cetakan sarung tangan atau hand former untuk memperkuat penetrasi pasar internasional.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh mengatakan, kebutuhan hand former ikut dipengaruhi perkembangan industri sarung tangan global. Berdasarkan materi perseroan, permintaan sarung tangan global diperkirakan mencapai sekitar 405 miliar unit pada 2026 dan meningkat menjadi 444 miliar unit pada 2028, dari sekitar 300 miliar unit pada 2023.

Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kebersihan, penerapan standar keselamatan, serta penggunaan sarung tangan yang semakin luas di sektor kesehatan dan industri.

“Dengan kapasitas produksi mencapai 1,6 juta unit hand former per bulan, yang merupakan kapasitas tertinggi di antara perusahaan sejenis, MARK akan terus memperkuat kualitas, efisiensi, dan inovasi produk untuk memenuhi perubahan kebutuhan industri global,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Peluang tersebut juga didukung posisi Malaysia sebagai salah satu pusat produksi sarung tangan dunia. Nilai ekspor sarung tangan Malaysia tercatat mencapai RM14,41 miliar pada 2025 atau sekitar Rp63,4 triliun, dengan kontribusi sekitar 60,8% terhadap ekspor produk karet negara tersebut.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) Catat Laba Bersih Rp 183,9 Miliar pada Semester I-2026

MARK sendiri telah menjadi pemasok tunggal hand former bagi sejumlah produsen sarung tangan besar di Malaysia. Posisi tersebut menjadi salah satu pijakan perseroan dalam memperluas pasar sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan produsen sarung tangan global.

Di sisi lain, persaingan di industri hand former juga semakin menuntut standar produk yang lebih tinggi. Produsen sarung tangan kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan ketahanan produk, tetapi juga konsumsi energi, kestabilan produksi, reject rate, umur pakai, ketertelusuran serta kelengkapan dokumentasi.

Ridwan mengatakan, tuntutan pelanggan global tersebut membuat aspek keberlanjutan dan kepatuhan rantai pasok menjadi bagian dari pertimbangan dalam pemilihan pemasok.

“Pelanggan kini tidak hanya menilai kualitas dan ketahanan hand former, tetapi juga efisiensi produksi, transparansi dan akuntabilitas rantai pasok, penerapan standar ketenagakerjaan yang bertanggung jawab dan kepatuhan terhadap aspek lingkungan,” katanya.

Untuk memperkuat pemenuhan standar tersebut, MARK memperoleh sertifikasi Worldwide Responsible Accredited Production (WRAP) pada 2025. Sertifikasi tersebut mencakup penilaian terhadap sejumlah aspek, termasuk ketenagakerjaan, hak asasi manusia, keselamatan kerja, lingkungan, kepatuhan hukum, kepabeanan dan keamanan.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) Andalkan Ekspor 82,9%, Pesanan Masuk hingga Kuartal III-2026

Selain aspek kepatuhan, MARK juga mengembangkan produk lightweight former yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi pelanggan.

Menurut perseroan, pengembangan produk tersebut perlu memberikan manfaat yang dapat diukur, seperti efisiensi energi, peningkatan output, umur pakai serta tingkat breakage rate.

MARK menyatakan akan terus mengembangkan kualitas dan efisiensi produk untuk mengikuti kebutuhan industri sarung tangan global. Perseroan juga memperkuat pengelolaan data lingkungan seiring meningkatnya tuntutan pelanggan terhadap aspek keberlanjutan dalam rantai pasok.

Sebelumnya, MARK turut berpartisipasi dalam 12th International Rubber Glove Conference & Exhibition (IRGCE) 2026 yang berlangsung pada 8-10 September 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia. Forum tersebut menjadi salah satu ajang industri untuk membahas perkembangan pasar sarung tangan, regulasi, otomatisasi, inovasi material hingga keberlanjutan rantai pasok.

Baca Juga: Penjualan Mark Dynamics (MARK) Naik 23,6%, Prospek Ditopang Ekspor dan Dolar AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×