kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PHE ONWJ Mulai Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX


Senin, 18 November 2024 / 09:41 WIB
PHE ONWJ Mulai Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX
Pemotongan pertama lempeng platform lepas pantai sebagai pertanda dimulainya fabrikasi Anjungan OOA di Bintan, Kepulauan Riau.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan first cut of steel atau pemotongan pertama lempeng platform lepas pantai sebagai pertanda dimulainya fabrikasi Anjungan OOA di Bintan, Kepulauan Riau. Anjungan ini merupakan bagian dari proyek pengembangan Lapangan OO-OX yang dikelola PHE ONWJ di lepas pantai Laut Jawa.

Lingkup fabrikasi ini mencakup 200 metrik ton jacket atau pondasi anjungan dan 500 metrik ton anjungan bagian atas (topside), yang dilakukan PT Meindo Elang Indah, mitra kerja PHE ONWJ.

Baca Juga: SKK Migas Ungkap 12 Proyek Hulu Migas Telah Onstream

General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengungkapkan PHE ONWJ berkomitmen menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal dengan standar kualitas tinggi, andal dan memprioritaskan aspek keselamatan kerja.

“Setelah fabrikasi selesai, tahap selanjutnya adalah sail-away anjungan ke lokasi kerja, yang rencananya akan dilakukan pada Juni 2025. Proses ini meliputi pengangkutan dan pengiriman Anjungan OOA menuju Laut Jawa,” kata Muzwir dalam keterangan resmi, Senin (18/11).

Baca Juga: Tiga Blok Migas PHE Resmi Beralih ke Cost Recovery

Muzwir menerangkan, pengembangan Lapangan OO-OX adalah proyek optimalisasi lapangan minyak dan gas di lepas pantai utara Jawa yang diproyeksikan akan meningkatkan produksi minyak hingga 2.996 barel per hari (BOPD) dan gas bumi sebesar 21,26 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Selain fabrikasi Anjungan OOA, proyek ini juga mencakup pengembangan fasilitas tambahan di Onshore Processing Facility (OPF) Balongan, yang bertujuan untuk mempercepat proses penyimpanan produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×