kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Piniship Logistik Indonesia fokus rampungkan aplikasi akhir 2019


Rabu, 06 November 2019 / 22:29 WIB
Piniship Logistik Indonesia fokus rampungkan aplikasi akhir 2019
ILUSTRASI. Bisnis logistik yang terus tumbuh membuat Piniship terjun ke layanan ekspor secara digital. Pengguna cukup mengakses urusan ekspor dari situs yang bersangkutan. Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Piniship berencana perbanyak rute ekspor dan perluas t

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Piniship Logistik Indonesia, menargetkan dapat merampungkan pengembangan teknologi aplikasi mobile untuk android dan iOS paling lambat akhir tahun 2019.

Dalam kesempatan media visit di kantor Kontan, Jakarta Selatan, Yoga Izzani, Public Relation Piniship berkata, pengembangan tersebut tersebut bertujuan agar akses pelayanan Piniship dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Saat ini pelayanan kami bisa diakses melalui website. Kami harapkan paling lambat pada akhir tahun ini, pengembangan aplikasi bisa selesai dan tahun depan sudah bisa digunakan," ujar Yoga kepada Kontan, Selasa (6/11).

Piniship merupakan perusahaan logistik yang memfokuskan diri membantu pelaku UMKM lokal mengekspor barang produksinya ke luar negeri. Untuk mencapai tujuan bisnis tersebut, Piniship telah menjalin kerjasama dengan enam perusahaan pelayaran dan mitra bisnis di seluruh dunia.

Baca Juga: Banyak pekerjaan rumah bagi presiden-wapres terpilih

Beberapa pihak yang telah menjalin kerjasama dengan Piniship antara lain adalah, Maersk, Cosco, Evergreen, ANL, dan APL. Sementara dari lokal, UMKM yang memakai jasanya bervariasi mulai dari pelaku bisnis brisket, makanan, hingga kerajinan tangan.

Untuk mengirim barang, Piniship menyedilan dua jenis kontainer, yakni sharing container, dimana para pelaku UMKM dapat berbagi ruang di dalam kontainer, serta full container yang digunakan untuk satu pelanggan saja. Dalam catatan Kontan sebelumnya, layanan full container biasanya banyak digunakan oleh pelanggan korporasi.

"Dengan layanan sharing container pula, kami berharap dapat meningkatkan purchasing power dan value UMKM tersebut. Ini bentuk agar produk lokal bisa lebih ekspansif dan beredar di seluruh dunia," lanjutnya.

Piniship mengklaim dapat menyediakan layanan ekspor lebih cepat dibandingkan jalur konvensional, karena adanya hubungan dengan instansi terkait. Hanya dengan tujuh klik di kanal Piniship, pelaku bisnis UMKM dapat melempar barangnya ke luar negeri.

Baca Juga: Lewat Piniship, tak perlu repot lagi mengurus ekspor

Sementara dari sisi harga, Piniship memberikan tarif variatif sesuai dengan negara tujuan. Misalnya untuk negara Asia, tarif pengiriman dibanderol berkisar US$ 100 - US$ 500 per kontainer.

Kemudian untuk negara Eropa serta Amerika Serikat sekitar US$ 1.000–US$ 2.000 per kontainer. Sedangkan untuk negara Amerika Latin adalah lebih dari US$ 2.000 per kontainer.

Perusahaan yang berdiri pada Agustus 2018 ini menargetkan, ke depannya dapat meraup peningkatan pengiriman barang sebesar 300% atau sebesar 2.000 kontainer per bulan.




TERBARU

Close [X]
×