kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pipa gas CNOOC bocor, pasokan gas ke PLTGU Cilegon terganggu


Senin, 09 Juli 2018 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. CNOOC


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebocoran pipa gas bawah laut milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asal China yakni China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) terjadi di perairan Bojonegara, Senin (9/7) pagi. Kebocoran pipa gas ini pun membawa dampak pada pasokan gas ke pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) di Cilegon.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan kebocoran pipa gas tersebut membuat suplai gas ke Cilegon terhenti. Total pasokan gasnya mencapai 50 million standard cubic feet per day (mmscfd).

"Kebocoran subsea gas pipeline 20"OD yang mengalirkan gas dari Pabelokan CNOOC ke Cilegon. Dampaknya suplai gas yang seharusnya 50 mmscfd sementara dihentikan," jelas Wisnu kepada Kontan.co.id, Senin (9/6).

Sejauh ini, SKK Migas, Kementerian ESDM, dan CNOOC masih melakukan investigasi terkait kecoboran pipa gas tersebut. "Penyebab kebocoran masih dalam tahapan investigasi. Upaya penanganan kebocoran sedang dilakukan," kata Wisnu.

Kebocoran pipa gas terjadi pada jalur pipa gas milik Produsen KKKS yang mengalirkan gas dari Pulau Pabelokan ke Cilegon. Saat ini jalur pipa tersebut sudah berstatus krisis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×