kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

PLN Disjaya siap sediakan 52 juta VA untuk pengembangan kawasan Astra Modern Land


Rabu, 20 Maret 2019 / 20:57 WIB
PLN Disjaya siap sediakan 52 juta VA untuk pengembangan kawasan Astra Modern Land

Berita Terkait

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) siap menyediakan tenaga listrik premium sebesar 52 juta VA untuk Mega Project Astra Modern Land di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Nota Kesepahaman (MoU) atas kerja sama tersebut telah ditandatangani pada Rabu (20/3) ini.

Project kawasan township bernama Asya ini memiliki luas 70 hektare (ha). General Manager PLN Disjaya M. Ikhsan Asa'ad, berharap melalui kerja sama ini, pelanggan yang tinggal di hunian Asya dapat menggunakan energi listrik dengan nyaman. Ikhsan menyatakan, PLN siap melayani berapa pun kebutuhan kelistrikan dari Astra Modern Land.


Karenanya, Ikhsan juga berharap rumah-rumah dan apartemen di Asya bisa menerapkan new lifestyle dengan menggunakan alat rumah tangga seperti kompor listrik dan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

"PLN juga bisa siapkan charging station di kawasan ini untuk para pengguna kendaraan listrik", kata Ikhsan melalui keterangan tertulisnya.

Selain Asya, beberapa usaha milik Astra Group juga telah menjadi Pelanggan Prioritas PLN Disjaya, antara lain Menara Astra di Jalan Jendral Sudirman, kawasan di daerah Cengkareng, serta beberapa garapan Astra Modernland di wilayah Pondok Cabe, Tangerang.

Presiden Direktur PT. Astra Modern Land Wibowo Muljono menyampaikan, penggarapan Asya dimulai pada tahun 2019 secara bertahap. Yakni didahului dengan tiga cluster hunian eksklusif utama yaitu Cluster Semayang, Cluster Matana, Cluster Lake Villa, yang masing-masing terdiri dari 100-200 unit rumah.

Wibowo pun mengapresiasi kerja sama ini. "Ada kesamaan visi dan tujuan antara Astra Modern Land sebagai bisnis property dan PLN, di mana industri basic needs harus berevolusi," tandasnya.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×