kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.945   32,00   0,18%
  • IDX 6.039   2,10   0,03%
  • KOMPAS100 778   1,37   0,18%
  • LQ45 596   0,86   0,14%
  • ISSI 210   -0,13   -0,06%
  • IDX30 332   1,25   0,38%
  • IDXHIDIV20 424   1,56   0,37%
  • IDX80 89   0,13   0,15%
  • IDXV30 115   0,32   0,28%
  • IDXQ30 108   0,44   0,41%

PLN Indonesia Power Sasar Asia Pasifik, Kembangkan Ekosistem PLTS - BESS hingga MRO


Senin, 05 Oktober 2026 / 11:28 WIB
PLN Indonesia Power Sasar Asia Pasifik, Kembangkan Ekosistem PLTS - BESS hingga MRO
ILUSTRASI. Ilustrasi operasional PLTS dari PLN Indonesia Power (PLN Indonesia Power/PLN Indonesia Power)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ridwan Mulyana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PLN Indonesia Power melirik pasar Asia Pasifik melalui pengembangan ekosistem energi terintegrasi. Anak usaha PT PLN (Persero) ini mengusung sejumlah strategi dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terintegrasi Battery Energy Storage System (BESS) hingga penguatan layanan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN Indonesia Power telah menjalin tiga kolaborasi dalam ajang Electricity Connect 2026, yang telah diselenggarakan pada September lalu. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan PLTS terintegrasi BESS, penguatan layanan MRO, serta pengembangan kapabilitas MRO nasional.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengungkapkan bahwa rangkaian kolaborasi tersebut menunjukkan transisi energi tidak hanya berbicara mengenai penambahan kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT). Tetapi juga mengenai berbagai upaya untuk memperkuat keandalan aset, industri pendukung, teknologi, serta kompetensi nasional. 

“Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), serta membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional,” kata Bernadus melalui rilis yang disiarkan pada Senin (5/10/2026).

Kolaborasi pertama dilakukan oleh PLN Indonesia Power dengan PT ACE Energy Service (ACEES) untuk pengembangan proyek dedieselisasi di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas PLTS 60 Megawatt peak (MWp) dan BESS 200 Megawatt hour (MWh), dengan estimasi investasi mencapai Rp 3,3 triliun yang rencananya didukung pembiayaan dari konsorsium perbankan Korea dan Indonesia.

Proyek tersebut juga diarahkan meningkatkan TKDN melalui penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia. Sekaligus berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp 1.000 per kilowatt hour (kWh), bergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah menyampaikan integrasi PLTS dan BESS menawarkan solusi yang relevan untuk wilayah yang selama ini masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel. Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel.

"Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik,” kata Julita.

Kedua, di sisi pengelolaan aset, anak usaha PLN Indonesia Power, yakni PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services) menjalin kolaborasi dengan PT ABB Sakti Industri. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat layanan pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter.

Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan perbaikan peralatan, penyediaan produk dan suku cadang ABB, hingga life assessment generator dan motor. Sinergi ini menggabungkan pengalaman PLN IP Services dalam pengelolaan aset pembangkitan dengan teknologi dan kompetensi teknis ABB untuk meningkatkan keandalan serta memperpanjang keberlanjutan operasi aset.

Ketiga, PLN IP Services juga menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd dalam pengembangan Pusat MRO Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon. Kolaborasi mencakup pekerjaan MRO di lingkungan PLN, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan TKDN, alih teknologi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia. 

Dalam kerja sama tersebut, PLN IP Services berperan sebagai integrator solusi dan kontraktor lapangan, Barata Indonesia memperkuat kapabilitas heavy workshop dan manufaktur, sedangkan Technofit mendukung teknologi, pengalaman teknis, dan jaringan internasional. 

Bernadus mengatakan bahwa melalui tiga kolaborasi tersebut, PLN Indonesia Power Group berupaya membangun ekosistem energi yang semakin terintegrasi. Mulai dari pengembangan energi bersih, efisiensi biaya kelistrikan, peningkatan keandalan aset, hingga penguatan manufaktur dan teknologi nasional.

Pengembangan kapabilitas MRO juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan life extension turbin serta rotating equipment. Sekaligus membuka peluang layanan MRO nasional untuk masuk ke pasar Asia Pasifik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×