kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

PLTA Batang Toru 510 MW Masuk Tahap Penggenangan Waduk pada Kuartal IV-2026


Minggu, 11 Oktober 2026 / 15:07 WIB
PLTA Batang Toru 510 MW Masuk Tahap Penggenangan Waduk pada Kuartal IV-2026
ILUSTRASI. Wamen ESDM Yuliot Tanjung (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, resmi memasuki tahap penggenangan (impounding) waduk pada Jumat (9/10/2026).

Pemerintah menargetkan infrastruktur ketenagalistrikan strategis senilai Rp 21,6 triliun ini dapat segera beroperasi penuh untuk memperkuat cadangan daya. Kehadiran pasokan daya baru ini dinilai mendesak mengingat tipisnya cadangan operasional sistem kelistrikan di wilayah Sumatra saat ini.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menyoroti kondisi pasokan daya sistem kelistrikan Sumatra yang membutuhkan tambahan cadangan. Ditargetkan pembangkit ini bisa beroperasi dalam rangka lonjakan kebutuhan listrik di periode Natal dan Tahun Baru ini.

Baca Juga: Listrik IWIP dan IMIP Capai 15,9 GW, Waspadai Dampak Jangka Panjang Bagi Ekspor Nikel

"Cadangan operasional hanya 4%. Idealnya kan sekitar 15% sampai 20%," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).

Sistem Sumatra bagian utara saat ini masih ditopang pasokan dari Sumatra bagian selatan melalui jaringan transmisi. Dengan pertumbuhan beban Sumatra Utara sekitar 100-120 MW per tahun, tambahan 510 MW dari Batang Toru dapat menopang kebutuhan provinsi itu hingga empat sampai lima tahun ke depan.

Yuliot menuturkan, penggenangan waduk ini menjadi syarat untuk menguji kelayakan operasional seluruh fasilitas pembangkit sebelum dihubungkan ke jaringan PLN. Pengujian tersebut mencakup keandalan powerhouse, elevasi genangan air, hingga kesiapan penyaluran daya listrik.

"Jadi, tanpa penggenangan, kita tidak bisa melakukan uji coba atas seluruh fasilitas yang ada di sini," terangnya.

Baca Juga: Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Capai 15,9 GW, DEN Minta Integrasi PLTU Captive

Kementerian ESDM bersama instansi terkait terus mengawal percepatan seluruh rangkaian pengisian air dan uji coba instrumen selama triwulan IV-2026. Proyek yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) ini juga diandalkan karena memiliki pasokan air stabil yang terhubung dengan Danau Toba. 

"Dari Kementerian ESDM tinggal memastikan bisa berjalan baik. Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat laik operasi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×