kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PMI April Turun, Industri Plastik Yakin Bakal Mulai Bangkit pada Mei 2026


Selasa, 05 Mei 2026 / 17:32 WIB
PMI April Turun, Industri Plastik Yakin Bakal Mulai Bangkit pada Mei 2026
ILUSTRASI. Kenaikan Harga Plastik (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri plastik nasional mengalami tekanan pada April 2026 seiring pelemahan aktivitas manufaktur. Namun, pelaku industri mulai melihat tanda-tanda pemulihan memasuki Mei.

Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Suhat Miyarso mengungkapkan, penurunan kinerja industri tercermin dari melemahnya indeks Purchasing Managers’ Index (PMI).

"Kalau kami lihat bahwa sebetulnya industri secara keseluruhan itu memang di kuartal I atau di bulan April ini terjadi penurunan. Itu adalah karena kita lihat dari indeks PMI turun hampir 1% itu sangat dalam sehingga kita sekarang bulan April dalam posisi tertekan," kata Suhat dalam diskusi Dampak Gejolak Geopolitik Terhadap Industri Plastik di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga: PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm Serius bagi Industri Nasional

Menurut Suhat, tekanan tersebut tidak terlepas dari faktor eksternal, terutama kondisi geopolitik global yang memengaruhi pasokan dan harga bahan baku industri. Meski demikian, pelaku industri mulai melihat adanya perbaikan kondisi pada Mei.

"Namun bulan Mei ini kita harapkan hal tersebut tidak terulang lagi dan kita harapkan bisa kembali lagi ke angka normal di atas 50 sehingga industri kita bisa dalam posisi berkembang," tambahnya.

Suhat juga menyebut, sejumlah industri mulai menunjukkan sinyal pemulihan, meskipun belum sepenuhnya kembali ke kondisi sebelum tekanan terjadi.

"Saat ini memang masih ada beberapa industri di bawah Inaplas yang masih mengalami tekanan. Namun tanda-tandanya sudah terlihat bahwa mulai bulan Mei ini sudah ada perbaikan dan dari industri-industri besar kita juga sudah menyampaikan statement bahwa mereka akan segera kembali normal dalam keseimbangan yang baru," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Inaplas Edi Rivai menambahkan, kondisi saat ini relatif lebih stabil dibandingkan beberapa waktu lalu.

Tren perbaikan ini diharapkan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan seiring penyesuaian rantai pasok dan strategi diversifikasi bahan baku oleh pelaku industri. Dengan perkembangan tersebut, Inaplas optimistis kinerja industri plastik akan berangsur pulih dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rusia Sebut Harga Minyak Bakal Naik Imbas Serangan Ukraina ke Fasilitas Energi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×