Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Group terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri untuk mendukung ekosistem biodiesel nasional. Melalui penguatan logistik maritim dan kerja sama lintas sektor, PTK berkomitmen memastikan distribusi biodiesel berjalan aman, andal, efisien, dan berkelanjutan.
Hal itu salah satunya diwujudkan dengar berpartisipasi dalam 6th Palm Biodiesel Conference 2026 yang berlangsung di Bali pada 17–18 September 2026 lalu.
Di ajang itu, Direktur Pemasaran PTK Budi Santosa menilai logistik maritim memegang peran penting dalam memastikan distribusi biodiesel menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuat konektivitas antara kapal, terminal, depot, dan titik penerima menjadi bagian penting dalam rantai distribusi energi.
Baca Juga: PMSol Perkuat Budaya HSSE lewat Inovasi Digital
“Ketika produk sudah tersedia, pertanyaan penting berikutnya adalah bagaimana memastikan produk tersebut sampai ke wilayah yang membutuhkan, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia. Di sinilah logistik maritim menjadi sangat penting,” ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Sebagai bagian dari ekosistem Integrated Marine Logistics Pertamina Group, PTK berperan menghubungkan kapal dengan terminal melalui berbagai kegiatan marine and port operations. Layanan tersebut mencakup pilotage, dukungan tugboat, mooring and unmooring, serta koordinasi dengan fasilitas pelabuhan.
Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga konektivitas maritim agar distribusi energi berlangsung aman, efisien, dan andal.
PTK telah mendukung distribusi biodiesel di Indonesia sejak implementasi program B2.5 pada 2008. Peran tersebut berkembang pada 2019 melalui pengelolaan FAME Floating Storage dan Ship-to-Ship (STS) Operation di Balikpapan, seiring meningkatnya kebutuhan distribusi biodiesel dan persiapan menuju B30.
Sepanjang 2019 hingga September 2026, operasi tersebut mencatat sekitar 1.192 kunjungan kapal pemasok dan 3.829 kunjungan kapal pengangkut. PTK menangani berbagai kegiatan, mulai dari koordinasi maritim, bantuan tugboat, penempatan dan mooring kapal, transfer kargo, monitoring, hingga aspek HSSE.
Baca Juga: Perdagangan Global Tumbuh 2,6%, Indonesia Punya Peluang di Rantai Pasok Global
Budi menegaskan bahwa kelancaran distribusi biodiesel membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kerja sama diperlukan antara produsen, operator maritim, perusahaan downstream, terminal, regulator, serta pemangku kepentingan lainnya.
Partisipasi PMSol bersama PTK Group dalam 6th Palm Biodiesel Conference 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri biodiesel.
PTK juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan anggota APROBI dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan solusi maritim sesuai kebutuhan industri. “Tujuan akhirnya adalah memastikan biodiesel Indonesia dapat terus bergerak dengan aman, andal, dan berkelanjutan,” pungkas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














