Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyambut baik perluasan distribusi biodiesel B50 yang kini telah menjangkau 6.050 dari total 6.412 SPBU penyalur Biosolar di Indonesia.
Anggota Komisi XII DPR RI, Jamaludin Malik mengatakan, percepatan perluasan penyaluran B50 penting untuk menekan beban impor bahan bakar minyak jenis solar, menghemat devisa negara, serta memaksimalkan penggunaan pasokan komoditas domestik secara efisien.
“Ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, menghemat devisa, dan mengoptimalkan sumber energi yang tersedia di dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Perketat RKAB Tambang, Piutang dan Reklamasi Jadi Syarat Utama
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi penyaluran B50 periode Juli hingga 7 September 2026 telah menyentuh 3,4 juta kiloliter. Secara kumulatif, total distribusi biodiesel sepanjang 2026 telah menembus 10,69 juta kiloliter yang terdiri dari B40 sebesar 7,27 juta kiloliter dan B50 sebanyak 3,4 juta kiloliter di mana 76 dari 104 titik serah telah resmi beroperasi B50.
Jamaludin mendesak pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk mengawal ketat 362 SPBU serta 28 titik serah yang masih menjalani masa transisi penyesuaian stok.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan logistik distribusi harus segera dirampungkan sebelum batas akhir relaksasi penghabisan kuota stok B40 resmi ditutup pada tanggal 30 September 2026 mendatang.
“Transisi menuju B50 harus diselesaikan secara tertib dan merata. Jangan sampai masih terdapat daerah yang tertinggal karena persoalan terminal, fasilitas pencampuran, distribusi, ataupun kesiapan SPBU. Ketersediaan energi yang merata merupakan bagian penting dari keadilan energi,” katanya.
Baca Juga: Ini Kata Pertamina Soal Rencana Pembatasan Pembelian Pertalite untuk Desil 9 dan 10
Lebih lanjut, Jamaludin mengapresiasi hasil pengujian B50 pada sektor alat berat pertambangan selama 1.000 jam serta uji jalan kendaraan yang menembus puluhan ribu kilometer tanpa kendala teknis berarti.
Ia menegaskan agar B50 dibangun sebagai bagian ekosistem energi nasional yang kokoh demi mewujudkan target swasembada energi sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani sawit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














