kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Polytron Catat Lonjakan Pemesanan Motor Listrik hingga 50%


Selasa, 07 April 2026 / 16:14 WIB
Diperbarui Rabu, 08 April 2026 / 13:35 WIB
Polytron Catat Lonjakan Pemesanan Motor Listrik hingga 50%
ILUSTRASI. Pemesanan motor listrik naik 50% di tengah isu BBM dan konflik global. Tren ini menunjukkan konsumen mencari alternatif hemat. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pemesanan motor listrik di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan di tengah mencuatnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, lonjakan pemesanan kendaraan listrik roda dua dilaporkan mencapai lebih dari 50%.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengungkapkan bahwa minat konsumen terhadap motor listrik meningkat sejak awal munculnya wacana kenaikan harga BBM. Ia berharap, meskipun pemerintah akhirnya memutuskan tidak menaikkan harga BBM pada 2026, tren positif tersebut tetap berlanjut.

"Minat pembeli lumayan meningkat sejak isu BBM mau naik, semoga dengan keluarnya pernyataan bbm tidak naik 2026 tidak menyurutkan minat pembeli," ujar Tekno kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, lonjakan minat tersebut tercermin dari peningkatan surat pemesanan kendaraan (SPK) yang cukup signifikan.

Baca Juga: Ditopang Proyek Pemerintah, PTPP Amankan Kontrak Baru Rp3,87 T hingga Februari 2026

"Surat pemesanan kendaraan bisa naik lebih dari 50%," kata Tekno.

Seiring dengan tren positif tersebut, Polytron menargetkan penjualan motor listrik pada 2026 mencapai sekitar 3.500 unit per bulan.

"Target untuk tahun ini 3.500 unit (per bulan)," kata Tekno.

Lebih lanjut, perusahaan berharap adanya dukungan kebijakan dari pemerintah, khususnya dalam bentuk insentif bagi konsumen. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.

"Insentif bukan untuk produsen tetapi untuk konsumen dan tergantung kemampuan pemerintah, kalau ada tentu akan mendorong permintaan," kata Tekno.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Melonjak, Industri Tekstil Terancam Efek Domino

Peningkatan minat terhadap kendaraan listrik tidak lepas dari faktor eksternal, terutama tingginya harga impor minyak mentah global. Kondisi ini mendorong masyarakat mulai mencari alternatif transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Kenaikan harga minyak mentah dipicu oleh ketegangan geopolitik yang belum mereda, termasuk konflik antara Iran dengan Israel serta keterlibatan Amerika Serikat. Selain itu, penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak global turut memperburuk pasokan dan mendorong lonjakan harga energi.

Dengan kombinasi faktor domestik dan global tersebut, motor listrik diperkirakan akan terus menjadi pilihan alternatif yang semakin diminati oleh masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×