kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Potensi ekspor ikan Rp 480 triliun


Selasa, 02 Desember 2014 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. Kenali beberapa jenis makanan berikut ini yang bisa membantu pertumbuhan tinggi badan pada anak-anak.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengolahan perikanan dunia. Kebijakan ini dipastikan bakal mendorong kinerja ekspor kelautan dan perikanan nasional lima tahun ke depan.

Wakil Ketua Kadin bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Priyanto bilang jika Indonesia menjadi pusat pengolahan perikanan dunia, maka nilai ekspor nasional akan meningkat dari US$ 4,1 miliar pada tahun 2013, menjadi US$ 40 miliar pada tahun 2019 mendatang, "Nilai itu setara dengan Rp 480 triliun," ujar Yugi, Senin (1/12).

Namun, sebelum mewujudkan rencana ini, Kadin meminta pemerintah melakukan sejumlah kebijakan. Pertama, menetapkan standarisasi semua produk perikanan dalam negeri sehingga sektor perikanan nasional bisa terdaftar secara resmi pada tingkat nasional dan internasional. Kedua, memulai pengolahan perikanan dunia di Indonesia berdasarkan standarisasi yang telah dimiliki saat ini.

Ketiga, menyediakan tenaga kerja lokal yang terampil dan bersaing dibanding tenaga kerja dari negara lain. Dengan begitu, rencana ini dapat menurunkan tingkat pengangguran Indonesia.

“Intinya, pemerintah didorong untuk aktif membuka kesempatan bagi Indonesia sebagai basis pengolahan ikan,” papar Yugi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×