Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan lintas industri di Indonesia terus didorong meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas melalui penerapan perbaikan berkelanjutan atau continuous improvement. Upaya ini menjadi salah satu strategi untuk menekan biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, serta menjaga daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global.
PQM Consultants menggelar Continuous Improvement Convention (CIC) 2026 di HARRIS Hotel & Conventions Festival CityLink, Bandung, pada 20–22 Oktober 2026. Ajang tahunan ini diikuti 400 peserta dari berbagai perusahaan untuk mempresentasikan inovasi dan proyek perbaikan operasional yang telah diterapkan di masing-masing perusahaan.
CIC Director, Nunung Berna Hertin mengatakan, efisiensi dan inovasi menjadi kebutuhan bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, efisiensi dan inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Melalui ajang CIC 2026 ini, kita melihat langsung bagaimana perusahaan-perusahaan di Indonesia membuktikan ketangguhannya,” ujar Nunung dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Biaya Operasional Naik, Industri Penerbangan Genjot Efisiensi Jelang Nataru
Menurut dia, perusahaan perlu melakukan efisiensi strategis dan menciptakan terobosan agar mampu mempertahankan kinerja sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di tengah tantangan bisnis.
Dalam konvensi tersebut, peserta mempresentasikan berbagai proyek perbaikan yang mencakup penghematan biaya operasional (cost saving), pemangkasan waktu produksi (cycle time), pengurangan tingkat kecacatan produk, hingga peningkatan keberlanjutan operasional.
Penerapan perbaikan berkelanjutan diharapkan dapat membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan efektivitas proses bisnis. Perbaikan pada proses produksi juga berpotensi meningkatkan konsistensi kualitas produk dan memperkuat daya saing industri.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, peserta berkompetisi melalui tujuh kategori untuk memperebutkan penghargaan Diamond, Platinum, Gold, Silver, Bronze, dan Special Award. Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen yang berasal dari sejumlah perusahaan, antara lain Enesis Group, PT Paragon Technology & Innovation, Dynapack Asia, ANTAM, Kalla Group, Tower Bersama, serta PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.
Baca Juga: Beban Operasional Naik, Emiten Konstruksi Perketat Efisiensi dan Seleksi Proyek
Selain kompetisi, CIC 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan jejaring antarpelaku industri. Kegiatan tersebut meliputi SME Forum, Knowledge Sprint, Consultants Corner, Focus Group Discussion (FGD), Industry Visit, serta Alignment Games.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PQM Consultants mendorong perusahaan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas operasional.
Sebagai informasi, CIC merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk mendorong penerapan perbaikan berkelanjutan di kalangan perusahaan di Indonesia. Pada 2027, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Solo.
Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Operasional, Industri Hotel Mulai Andalkan Kecerdasan Buatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














