CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Prasidha Aneka Niaga (PSDN) memangkas proyeksi pendapatan 2021


Kamis, 02 September 2021 / 20:45 WIB
Prasidha Aneka Niaga (PSDN) memangkas proyeksi pendapatan 2021
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan karet olahan PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN). Prasidha Aneka Niaga (PSDN) menurunkan proyeksi pendapatan untuk tahun 2021 menjadi Rp 900 miliar.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan dan kopi olahan PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) menurunkan proyeksi pendapatan untuk tahun 2021 menjadi Rp 900 miliar. Sebelumnya, Prasidha Aneka Niaga memperkirakan, pendapatan hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp 1,26 triliun.

Direktur Keuangan PSDN Lie Sukiantono Budinatta mengatakan, proyeksi pendapatan yang lebih rendah ini seiring dengan realisasi pendapatan pada paruh pertama 2021. Sebagai informasi, pendapatan neto PSDN pada semester pertama 2021 adalah sebesar Rp 455,81 miliar atau meningkat 17,36% dari pendapatan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp 388,38 miliar.

Menurut Lie, kenaikan pendapatan tersebut belum memenuhi target perusahaan. "Sesuai proyeksi awal, diharapkan total pendapatan tahun 2021 bisa mencapai Rp 1,26 triliun sehingga diharapkan pendapatan per enam bulannya sebesar Rp 600 miliar," kata dia kepada Kontan.co.id, Kamis (2/9).

Baca Juga: Pendapatan naik 17%, Prasidha Aneka Niaga (PSDN) masih catat rugi di semester I-2021

Oleh karena itu, apabila kinerja di paruh kedua tahun ini dapat sama seperti kinerja selama enam bulan pertama, maka Prasidha berpotensi meraih pendapatan sekitar Rp 900 miliar. Meskipun begitu, PSDN mengharapkan adanya perbaikan kinerja sehingga pendapatannya bisa melebihi perkiraan.

Sementara itu, dari segi bottom line, Lie memproyeksi perusahaan akan tetap mencatatkan kerugian hingga akhir tahun ini. Perlu diketahui, pada semester pertama 2021, rugi komprehensif PSDN meningkat 16,09% year on year dari Rp 37,99 miliar menjadi Rp 44,1 miliar.

 

 

Menurut Lie, harga komoditas terutama karet remah yang fluktuatif menjadi tantangan terbesar bagi bottom line PSDN. Pasalnya, harga bahan baku produk tersebut tinggi sehingga fluktuasi harga berpotensi mempersempit margin. "Selain itu, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan banyak pembeli yang menunda atau mengurangi pembelian kepada perusahaan," tutur Lie.

Terlebih lagi, sepanjang semester I 2021, karet remah berkontribusi hingga 74,88% terhadap total pendapatan neto perusahaan. Kemudian kontribusi kopi olahan sebesar 25,12%, sementara proporsi penjualan biji kopi sangat kecil.

Baca Juga: Penjualan Prasidha Aneka Niaga (PSDN) tumbuh 12,11% di kuartal I-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×