Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan sistem kelistrikan Bali dalam kondisi siap menjelang dua momentum besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.
Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga memperkuat infrastruktur kendaraan listrik guna mendukung mobilitas wisatawan selama periode liburan.
Direktur Ritel dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengatakan, pengecekan telah dilakukan menyeluruh mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Baca Juga: PLN Pastikan Keandalan SPKLU Nataru melalui Mobile EVenture 2025
"Semua persiapan kami cek mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga pelayanan pelanggan, termasuk SPKLU. Petugas kami siaga 24 jam untuk memastikan layanan tetap aman dan nyaman," ujar Adi dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026).
PLN memperkirakan sekitar 4.500 kendaraan listrik akan masuk ke Bali selama periode libur. Untuk mengantisipasi kebutuhan pengisian daya, PLN telah menyiapkan 142 unit SPKLU yang tersebar di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan jalur utama perjalanan.
PLN juga memastikan keandalan listrik di sejumlah pusat aktivitas ekonomi. Salah satunya di Trans Studio Mall Bali yang menjadi pelanggan besar dengan daya tersambung sekitar 695 kVA dan konsumsi listrik rata-rata sekitar 1,32 juta kWh per bulan dengan nilai pembayaran sekitar Rp1,6 miliar.
Manager PLN UP3 Bali Selatan Alex menjelaskan, keandalan listrik di lokasi tersebut dijaga melalui sistem jaringan berlapis.
“Kami menggunakan sistem jaringan spindle sehingga jika terjadi gangguan pada salah satu jaringan, suplai listrik dapat segera dialihkan tanpa dirasakan pelanggan,” kata Alex.
Baca Juga: PLN Pastikan Keandalan SPKLU Jelang Libur Nataru Melalui Mobile EVenture 2025
Selain pasokan listrik, ekosistem kendaraan listrik di kawasan tersebut juga terus diperkuat. Saat ini tersedia tiga unit SPKLU di Trans Studio Mall Bali yang melayani pengguna kendaraan listrik.
Direktur Utama PLN Icon Plus Anton mengatakan fasilitas tersebut ke depan akan ditingkatkan kapasitasnya. "Saat ini SPKLU yang tersedia cukup ramai digunakan. Ke depan akan kami tingkatkan menjadi fast charging dan ultra fast charging," ujarnya.
Pusat perbelanjaan tersebut juga telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas hampir 1 megawatt yang dilengkapi sistem baterai dan inverter.
Sistem ini terintegrasi dengan jaringan PLN melalui konsep virtual power plant (VPP) untuk meningkatkan stabilitas pasokan sekaligus memperluas pemanfaatan energi hijau.
Dari sisi sistem kelistrikan, Manajer Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali Komang Teddy Indra Kusuma memastikan kondisi pasokan listrik di Bali dalam keadaan aman.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Nasional Aman Jelang Natal dan Tahun Baru
"Cadangan operasi lebih dari 20 persen atau sekitar 300 megawatt, cukup untuk menghadapi periode siaga Ramadan, Idulfitri, dan Nyepi," ujarnya.
Untuk menjaga keandalan, PLN juga menunda pekerjaan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan gangguan selama periode siaga.
Sementara itu, Manajer Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali I Made Harta Yasa menyebut pembangkit yang dikelola PLN Indonesia Power di Bali memiliki total kapasitas sekitar 759 MW yang tersebar di Pesanggaran, Gilimanuk, Pemaron, dan Nusa Penida.
“Seluruh pembangkit dalam kondisi siap operasi dengan energi primer yang cukup,” katanya.
Di tingkat daerah, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan komitmen pemerintah daerah mempercepat penggunaan energi bersih melalui pengembangan PLTS atap dan kendaraan listrik.
Baca Juga: Perkuat Kelistrikan Kaltara, PLN Indonesia Power Resmikan PLTG Tanjung Selor 20 MW
“Bali harus bersih dan ramah lingkungan. Salah satu caranya dengan mengurangi kendaraan berbahan bakar fosil dan memperbanyak kendaraan listrik,” ujar Koster.
Menurutnya, percepatan energi bersih tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata berkelanjutan di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












