kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Bernilai Rp116 Triliun


Rabu, 29 April 2026 / 15:32 WIB
Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Bernilai Rp116 Triliun
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (AFP/IGOR IVANKO)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 13 proyek hilirisasi tahap II dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun. Proyek ini menjadi bagian dari strategi mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Prabowo menegaskan, hilirisasi menjadi arah utama kebijakan ekonomi pemerintah agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Ia menilai pengolahan sumber daya di dalam negeri menjadi kunci peningkatan kesejahteraan.

"Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Kita tidak mau lagi hanya menjual bahan baku, tetapi harus mengolahnya di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati rakyat Indonesia," ujarnya di Cilacap, Rabu (29/4).

Baca Juga: Komdigi Pede Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Digital Global, Begini Caranya

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan sumber daya nasional sebagai fondasi kemandirian ekonomi. Tanpa langkah tersebut, Indonesia berisiko terus bergantung pada pihak luar.

"Bangsa yang ingin maju adalah bangsa yang berani menguasai dan mengolah sumber dayanya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya agar kita bisa lebih makmur,"

Sebanyak 13 proyek yang diluncurkan mencakup sektor energi, mineral, hingga pertanian. Di sektor energi, proyek meliputi pengembangan kilang gasoline di Dumai dan Cilacap dengan total kapasitas sekitar 62 ribu barel per hari yang ditargetkan beroperasi pada 2030. 

Selain itu, dibangun pula tiga terminal BBM di Palaran, Biak, dan Maumere dengan total kapasitas sekitar 153 ribu kiloliter guna memperkuat distribusi energi nasional, khususnya di Indonesia Timur.

Masih di sektor energi, terdapat proyek pengolahan batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Tanjung Enim dengan kapasitas sekitar 1,4 juta ton per tahun sebagai substitusi impor LPG.

Di sektor mineral, pemerintah mengembangkan fasilitas stainless steel berbasis nikel di Morowali dengan kapasitas sekitar 1,2 juta ton per tahun, serta produksi slab baja karbon di Cilegon sebesar 1,5 juta ton per tahun. 

Proyek lain mencakup pengembangan aspal Buton hingga 300 ribu ton per tahun dan hilirisasi tembaga serta emas di Gresik melalui produksi logam lanjutan.

Sementara di sektor pertanian, proyek mencakup pengolahan sawit menjadi oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah, serta pengembangan fasilitas kelapa terpadu untuk menghasilkan produk turunan bernilai ekspor.

Total nilai investasi dari 13 proyek tahap kedua ini mencapai sekitar Rp116 triliun. Nilai ini menjadi bagian dari pipeline hilirisasi yang akan terus bertambah dalam beberapa fase ke depan.

Prabowo menyebut proyek hilirisasi akan terus diperluas dan tidak berhenti pada tahap ini. Pemerintah bahkan membuka peluang penambahan proyek baru dalam waktu dekat.

Prabowo menilai hilirisasi akan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan nilai tambah, penguatan industri, hingga penciptaan lapangan kerja.

Ia juga menyoroti bahwa selama ini kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Karena itu, hilirisasi diarahkan untuk memastikan nilai ekonomi tetap berada di dalam negeri.

"Kita ingin kekayaan bangsa Indonesia berada di tangan bangsa Indonesia dan dinikmati oleh rakyat Indonesia, bukan terus mengalir ke luar negeri," sambungnya.

Selain itu, proyek di sektor energi diproyeksikan mampu menekan impor bahan bakar dan LPG, sehingga memperbaiki neraca perdagangan dan ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Aspirasi Hidup (ACES) Anggarkan Capex Hingga Rp 450 Miliar untuk Ekspansi Gerai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×