kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.118   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.035   115,30   2,34%
  • KOMPAS100 650   18,14   2,87%
  • LQ45 515   14,18   2,83%
  • ISSI 166   3,26   2,00%
  • IDX30 290   7,01   2,48%
  • IDXHIDIV20 390   7,78   2,04%
  • IDX80 75   2,01   2,75%
  • IDXV30 108   1,76   1,65%
  • IDXQ30 97   2,27   2,39%

Produksi Gas Lapangan Jatinegara Naik 1,5 Kali Lipat


Kamis, 05 November 2026 / 09:33 WIB
Produksi Gas Lapangan Jatinegara Naik 1,5 Kali Lipat
ILUSTRASI. Lapangan gas (Dok/PT Pertamina EP (PEP) )


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina EP Tambun Field mencatatkan peningkatan produksi gas dari Lapangan Jatinegara menjadi 12,3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada Oktober 2026. Capaian ini meningkat hampir 1,5 kali lipat dibandingkan rata-rata produksi sebelum lapangan tersebut kembali dikelola Pertamina EP pada Februari 2026, yakni sebesar 8,3 MMSCFD.

Peningkatan produksi ini ditopang dua inovasi, yakni CEMARA dan STEP UP 2.0, yang diterapkan pada April dan Mei 2026. Kedua inovasi tersebut dikembangkan untuk mengatasi kendala produksi pada Sumur JNG-003 dan JNG-004.

Senior Manager Pertamina EP Tambun Field Totok Parafianto mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan komitmen pekerja dalam mengatasi tantangan operasional.

“Kami terus mendorong pekerja menghadirkan solusi untuk meningkatkan produksi sekaligus menekan biaya, waktu, dan dampak lingkungan. Kolaborasi dan inovasi ini perlu terus dijaga agar potensi lapangan dapat dioptimalkan secara berkelanjutan,” ujar Totok dalam keterangannya dikutip Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Pertamina EP Papua Field Sukses Garap Sumur SLW-F2X, Produksi Awal Capai 623 BOPD

Pada Sumur JNG-003, kendala utama berupa tingginya produksi air yang menyertai aliran gas. Kondisi ini membutuhkan penanganan rutin sehingga memengaruhi efisiensi operasi. Melalui inovasi CEMARA, Pertamina EP Tambun Field melakukan pemeriksaan kondisi di dalam sumur untuk mengidentifikasi sumber masuknya air dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Upaya tersebut berhasil meningkatkan produksi gas Sumur JNG-003 dari 1,42 MMSCFD menjadi sekitar 2,7 MMSCFD. Pada saat yang sama, produksi air turun signifikan dari 792 barel per hari menjadi sekitar 0,5 barel per hari. Penurunan produksi air ini mengurangi kebutuhan penanganan sumur sekaligus meningkatkan efisiensi operasi.

Sementara itu, Sumur JNG-004 menghadapi kendala berbeda karena belum dapat kembali berproduksi. Untuk mengatasinya, Pertamina EP Tambun Field menerapkan inovasi STEP UP 2.0 dengan memanfaatkan alat WireGate RB Pulling Tool untuk mengangkat hambatan di dalam sumur. Setelah hambatan terangkat dan akses sumur kembali terbuka, pekerjaan perbaikan dapat dilanjutkan hingga sumur kembali beroperasi.

Baca Juga: PGN Optimalkan Stranded Gas Lapangan Sengeti, Pasokan Mulai Mengalir pada 2028

Totok bilang, penerapan STEP UP 2.0 berhasil mendorong produksi gas Sumur JNG-004 hingga mencapai puncak 3,53 MMSCFD. Pekerjaan yang semula ditargetkan rampung dalam 16 hari berhasil diselesaikan dalam 12 hari. Biayanya pun 25% lebih rendah dari anggaran. Efisiensi waktu tersebut turut menghemat sekitar 800 liter bahan bakar atau setara dengan pengurangan emisi sebesar 2,14 ton CO₂e.

Keberhasilan CEMARA dan STEP UP 2.0 menunjukkan peran inovasi dalam mengoptimalkan produksi gas. Pertamina EP Tambun Field akan terus mengembangkan solusi operasional untuk meningkatkan produksi, menjaga efisiensi, dan memastikan keandalan operasi guna mendukung penyediaan energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×