kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Produksi kopi nasional turun 23%, ekspor anjlok


Rabu, 24 Juni 2015 / 16:58 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. International Coffee Organization (ICO) mencatat produksi kopi di Indonesia terus menurun. Akibatnya, ekspor kopi juga ikut turun. Kondisi ini terjadi lantaran panen kopi pada akhir tahun terkendala karena cuaca yang kering panjang.

Dari data ICO produksi kopi Indonesia sejak April 2014 sampai Maret 2015 diperkirakan mencapai 9 juta kantong, produksi tersebut turun 23% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai informasi, satu kantong kopi memiliki berat 60 kilogram (kg). Dari sisi ekspor, ekspor kopi Indonesia turun hingga 5,6 juta kantong dari sebelumnya 10,2 juta.

Sumita, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung mengatakan, wajar jika produksi dan ekspor kopi turun, sebab panen kopi di Indonesia baru terjadi pada Mei lalu hingga Oktober mendatang. Kalaupun ekspor masih terjadi sepanjang tiga empat bulan lalu berasal dari stock kopi yang disimpan oleh pedagang dan eksportir.

"Mereka pelan-pelan menjual sampai panen tiba pada Mei baru akan mengeluarkannya," kata Sumita, Rabu (24/6).

Sumita memprediksi selama enam bulan mendatang produksi dan ekspor kopi Indonesia akan melejit karena awal tahun kondisi iklim stabil. Sehingga petani juga bersemangat menanam kopi.

ICO memprediksi selama tahun ini sampai 2016 produksi kopi di Indonesia bisa pulih asalkan kondisi cuaca tetap stabil meskipun dibayang-bayangi kondisi El Nino.

Penurunan ekspor kopi Indonesia juga bukan semata-mata karena permintaan dunia yang menurun, melainkan konsumsi domestik yang terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×