kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Produksi Migas Belum Optimal, Begini Strategi SKK Migas


Rabu, 24 April 2024 / 19:23 WIB
Produksi Migas Belum Optimal, Begini Strategi SKK Migas
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di kantor SKK Migas, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2013). TRIBUNNEWS/HERUDIN


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan beberapa strategi untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Kepala Divis Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, terkait langkah-langkah yang telah dilakukan oleh SKK Migas untuk menekan decline rate dan mengoptimalkan produksi migas nasional, SKK Migas dan KKKS terus meningkatkan kegiatan workover, well service, juga pemboran sumur pengembangan.

Hudi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terus meningkat dalam jumlah yang signifikan. Untuk kegiatan workover jika tahun 2021 terdapat 566 sumur, maka di tahun 2023 meningkat menjadi 834 sumur atau naik sekitar 47,3%.

"Begitu pula kegiatan well service yang di tahun 2021 sebanyak 22.790 kegiatan, maka di tahun 2023 mencapai 33.412 atau  naik 46,6% dalam waktu 3 tahun. Untuk tahun 2024 workover ditargetkan 905 sumur dan well service 35.690 kegiatan," kata Hudi dalam keterangan resmi, Rabu (24/4).

Baca Juga: SKK Migas Ungkap Kendala Belum Optimalnya Produksi Migas

Lebih lanjut, Hudi menjelaskan upaya untuk menjaga produksi tetap optimal dilakukan pula dengan meningkatkan pemboran sumur pengembangan. Jika tahun 2021 realisasi pemboran sumur pengembangan sebanyak 480 sumur, maka dalam 3 tahun di tahun 2023 meningkat menjadi 799 sumur atau naik 66,5%.

Hal ini menunjukkan bahwa SKK migas dan KKKS melakukan kegiatan yang masif dan agresif dan bekerja keras untuk menjaga produktivitas lapangan migas.

“Kerja keras SKK Migas dan KKKS, terlihat dari tren produksi minyak dan gas yang mulai membaik, yang ditandai dengan decline rate yang bisa yang di tahun 2023 hanya 1,1% dibandingkan laju decline rate dari tahun 2016 hingga 2022 yang rata-rata sekitar 5%. Bahkan untuk gas, di tahun 2023 sudah terjadi incline rate sebesar 2,1%”, ujar Hudi.

Ia menambahkan, realisasi produksi bulan April 2024 sudah menunjukkan tren peningkatan di angka 581 ribu barel. SKK Migas mengharapkan dukungan para pemangku kepentingan yang terkait, agar seluruh program seperti reaktivasi sumur, pemboran, well service dan lainnya bisa dilaksanakan semuanya, sehingga tren produksi yang naik lagi bisa dipertahankan sehingga di akhir tahun ini produksi minyak lebih tinggi lagi dari saat ini.

Untuk mendorong tambahan produksi migas, saat ini SKK Migas sedang melakukan akselerasi penyelesaian proyek-proyek hulu migas yang di tahun 2024 ditargetkan dapat diselesaikan 15 proyek hulu migas yang akan memberikan tambahan produksi minyak sebesar 46.837 barel minyak per hari (BOPD) dan tambahan produksi gas sebesar 351 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 192 MT/D LPG.

Baca Juga: Kerek Aktivitas Pengeboran, SKK Migas Siap Kejar Target Produksi

“Kami optimis dengan investasi yang terus meningkat sejak 2021 hingga saat ini, serta semakin masifnya berbagai program serta keberhasilan menjaga fasilitas produksi beroperasi secara optimal, serta selesainya proyek-proyek hulu migas, maka upaya mendorong peningkatan produksi minyak dan gas dapat terwujud”, katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan industri hulu migas dalam jangka panjang, Hudi bilang SKK Migas sedang mendorong akselerasi dari setiap penemuan agar dapat segera diproduksikan, termasuk bagaimana agar giant discovery di North Ganal dan Layaran-1.

“Ini adalah upaya kami yang tidak hanya mengejar target jangka pendek, tetapi juga memastikan kontribusi industri hulu migas dalam jangka panjang untuk mendukung ketahanan energi dan pembangunan nasional," tutup Hudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×