kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Produsen biodiesel tambah kapasitas produksi karena permintaan meningkat


Senin, 25 November 2019 / 20:03 WIB
Produsen biodiesel tambah kapasitas produksi karena permintaan meningkat
Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan di Jakarta, Senin (25/11). 

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia ( Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, mulai tahun ini produsen biodiesel di Indonesia mulai melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi biodiesel perlu dilakukan mengingat permintaan biodiesel dalam negeri yang terus meningkat. Peningkatan ini pun terjadi karena semakin maksimalnya pengimplementasian biodiesel 20% (B20), dan akan dikembangkan secara bertahap menjadi B30 hingga B100.

Baca Juga: Pemerintah lakukan uji coba implementasi B30 pada Kereta Api

Sayangnya, Paulus belum bisa memperkirakan berapa besar total kapasitas terpasang pabrik-pabrik tersebut nantinya.

Seiring dengan peningkatan permintaan biodiesel di dalam negeri, Paulus tak menampik terjadi penurunan ekspor. Salah satu penurunan ekspor terjadi ke China, alasan penurunan ekspor ini karena kapasitas industri untuk memproduksi biodisel sudah penuh.

"Kapasitas terpasang kita 11,6 juta kiloliter. Untuk produksi bisanya 85% hingga 90%. Ini digunakan untuk memprioritaskan kebutuhan biodiesel," tutur Paulus, Senin (25/11).

Baca Juga: Hadapi tujuh kasus anti subsidi, Indonesia terancam kehilangan ekspor US$ 1,25 miliar

Tak hanya diakibatkan oleh kapasitas industri yang tak mencukupi, penurunan ekspor pun terjadi ke Uni Eropa. Menurunnya ekspor biodiesel ke Uni Eropa disebabkan oleh pengenaan bea masuk imbalan sementara mulai dari 8% hingga 18%.

Dalam pemberitaan Kontan sebelumnya, Aprobi telah memproyeksi dengan B20 maka kebutuhan biodiesel akan sebesar 6,2 juta kiloliter, sementara bila B30 diterapkan maka penyaluran biodiesel di pasar domestik bisa lebih dari 9 juta kiloliter per tahun.

Baca Juga: Tingkatkan kemandirian energi, Pertamina implementasikan B30

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×