kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Produsen CCTV Samsung Techwin berganti nama jadi Wisenet


Jumat, 06 April 2018 / 14:29 WIB
Produsen CCTV Samsung Techwin berganti nama jadi Wisenet
ILUSTRASI. Produsen CCTV Samsung Techwin ganti nama jadi Wisenet, Jumat (6/4/2018)


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu pemain industri manufaktur CCTV, Samsung Techwin bersama PT Professtama Teknik Cemerlang selaku distributor tunggalnya, hari ini, Jumat (6/4) mengumumkan perubahan merek bisnisnya menjadi Wisenet.

Perubahan itu merupakan tindak lanjut setelah akuisisi terhadap Samsung Techwin oleh Hanwha Group, salah satu konglomerasi bisnis terbesar asal Korea Selatan.

Senior Business Development Manager Hanwha Techwin Elvin Boo menegaskan perubahan merek itu merupakan upaya fokus kuat Hanwha Group dalam menyediakan industri CCTV di dunia internasional. "Hanwha Techwin berkomitmen untuk senantiasa menyediakan solusi teknologi sekuriti kelas dunia lewat merk Wisenet," katanya di Jakarta.

Distributor tunggal Wisenet PT Professtama Teknik Cemerlang menyambut baik kehadiran Wisenet di Indonesia. "Pengenalan merek dan produk Wisenet akan kami lakukan mulai kuartal kedua 2018 di lima kota besar Indonesia," kata Founder and Chairman Professtama Teknik Cemerlang, Sanny Suharli.

Nama Wisenet diambil dari nama chipset yang dikembangkan dan diproduksi oleh Samsing Techwin. Adapun produk Wisenet tipe XNV-6085 telah menggunakan chipset generasi terbaru Wisenet 5 yang menonjolkan Intelligent Video Audio Analytics dan Wide Dynamic Range 150dB.

Data Hanwha Techwin menyebut pasar industri CCTV dunia diperkirakan tumbuh dari US$ 16 miliar pada tahun 2016 menjadi US$ 22 miliar pada tahun 2019. Pasar industri CCTV di Indonesia sendiri memiliki peluang untuk tumbuh Rp 1,6 triliun di 2017 menjadi Rp 1,8 triliun di 2018 menurut data Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI).
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×