kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Produsen kesulitan pasok DMO ke PLN

Kamis, 21 Juni 2018 / 07:18 WIB

Produsen kesulitan pasok DMO ke PLN
ILUSTRASI. PLTU Suralaya



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masalah pasokan batubara ke pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tampaknya belum usai. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tampaknya satu irama: tidak semua produsen memiliki batubara sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh pembangkit PLN.

Untuk mengakali hal itu, pemerintah membolehkan adanya transfer kuota batubara antar produsen batubara untuk memenuhi kewajiban 25% penjualan ke dalam negeri alias domestic market obligation (DMO) dari rencana produksi per tahun untuk dipasok ke pembangkit listrik PLN. Kalori batubara pembangkit PLN sekitar 4.000 kkal/kg-5.000 kkal/kg.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan, dengan transfer kuota, produsen mendapat izin melakukan business to business (b to b), termasuk soal harga. "Hasilnya, lapor setiap bulan ke Kementerian ESDM dengan melampirkan bukti pengiriman dan atau penerimaan ke pengguna akhir atau PLN," ujarnya ke Kontan.co.id, Rabu (20/6).

Namun keputusan pemerintah ini masih dianggap belum final. Menurut Hendra, pihaknya akan mengundang anggota APBI untuk membahas kembali hal itu dalam rapat khususnya soal harga. "Karena sepertinya dengan format B to B tidak ada patokan harga batubara dalam transfer kuota ini," ungkapnya.

Menurut dia, praktik transfer kuota batubara untuk memenuhi DMO ini nanti cukup dengan surat dari Menteri ESDM kepada pelaku usaha. "Jadi perlu diklarifikasi lebih lanjut ke Kementerian ESDM," tandasnya.

Berdasarkan Kepmen ESDM No.23 K/30/MEM/2018, persentase DMO minimal 25% diwajibkan untuk para pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah memasuki tahap operasi produksi. Bagi perusahaan yang tidak memenuhi, terkena sanksi pemotongan besaran produksi tahun depan.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, tidak semua perusahaan memiliki kemampuan sama dalam memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri. Pasalnya, spesifikasi masing-masing perusahaan dan kebutuhan industri maupun pembangkit listrik belum tentu sama. "Tidak usah pakai aturan. Pokoknya B to B," tegasnya.


Reporter: Pratama Guitarra
Editor: Wahyu Rahmawati

PLN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0513 || diagnostic_web = 0.3253

Close [X]
×