kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.954   42,00   0,23%
  • IDX 6.021   -50,44   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -7,48   -0,95%
  • LQ45 595   -5,70   -0,95%
  • ISSI 209   -1,79   -0,85%
  • IDX30 330   -3,11   -0,94%
  • IDXHIDIV20 421   -3,89   -0,92%
  • IDX80 89   -0,86   -0,96%
  • IDXV30 114   -0,93   -0,81%
  • IDXQ30 108   -0,69   -0,63%

Produsen Mainan Lokal KianTerdesak Produk Impor


Jumat, 26 Maret 2010 / 11:09 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Test Test

JAKARTA. Industri mainan anak-anak nampaknya harus menelan pil pahit. Pasalnya,pemberlakuan pasar bebas ASEAN China membuat produk mainan anak-anak dari lokal kian terdesak.

Ketua Umum Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (Apmeti) Dhanang Sasongko mengatakan, saat ini produksi setiap perusahaan mainan lokal menyusut hingga setengahnya. Jika pada 2008-2009 setiap pabrik mainan bisa memproduksi sekitar 10.000 unit mainan per bulan, kini produksi ini menyusut menjadi 5.000 unit per bulan.

Tak hanya itu, jumlah produsen mainan lokalpun ikut menyusut. Berdasarkan data Apmeti, tahun 2009 terdapat sekitar 80 perusahaan pembuat mainan anak-anak, saat ini jumlahnya tinggal 61 perusahaan. "Sebagian dari perusahaan ini memilih jadi importir mainan," ujar Dhanang.

Dhanang menambahkan, nilai impor mainan anak-anak tahun 2009 lalu sebesar US$ 32,9 juta. Dari jumlah itu, Dhanang bilang sebanyak 80% nya berasal dari China. Membanjirnya produk mainan anak-anak dari China ini membuat produk mainan lokal hanya mengandalkan pangsa pasar pendidikan.

Dhanang menuturkan, permintaan mainan anak-anak akan naik sekitar 3 -4 kali lipat pada musim ajaran baru. "Kalau musim natal dan tahun baru, permintaan bisa naik dua kali lipat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×