kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Produsen mobil turut mengejar konsumen fleet


Minggu, 10 Maret 2019 / 18:04 WIB
Produsen mobil turut mengejar konsumen fleet

Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Para Agen Pemegang Merk (APM) mulai mengincar pasar kendaraan fleet di tahun 2019. Strategi perusaahan berbeda-beda mengejar pelanggan korporasi.

Vice President Director Toyota Astra Motor (TAM), Henry Tanoto menjelaskan tahun lalu volume penjualan dari segmen fleet ke Toyota meningkat. Pada 2017, komposisi penjualan fleet ke Toyota sekitar 26% dari total penjualan ritel sebanyak 370.015 unit. Pada 2018 jumlahnya menjadi 28% dari total penjualan ritel Toyota sebesar 356.063 unit.


"Saya rasa kenaikan permintaan tahun lalu meningkat karena bisnis perusahaan rental maupun perusahaan biasa juga meningkat," kata Henry, akhir pekan lalu.

Menurutnya Toyota tak mengejar kenaikan komposisi ritel. Sebab baik konsumen ritel dan fleet pada dasarnya sama-sama menguntungkan bagi perusahaan. "Yang kita kejar volume penjualan keseluruhan yang bisa tumbuh bukan komposisinya," jelasnya.

Dari segi pengguna fleet beragam. Mulai dari perusahaan rental, perusahaan tambang, logistik dan lainnya. Sedangkan dari segi model masih terbesar dari Toyota Avanza, Calya dan juga Innova.

Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor menjelaskan awal tahun jumlah peminat fleet belum banyak. Karena seara musimnya waktu-waktu sebelum lebaran konsumer sudah menentukan waktu untuk pembeliannya. "Disamping konsumen juga lagi menyesuaikan dengan model Avanza baru," tambahnya.

Adapun untuk pembeli dari perusahan taksi, Anton menilai masih ada peminatnnya di tahun ini. Bukan hanya dari perusahaan seperti Blue Bird namun juga perusahaan taksi lainnya. "Tapi untuk jenis taksi model Avanza Transmover belum ada perubahan spesifikasi," jelasnya.

Head of Communication PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Hana Maharani menjelaskan perusahaan terbuka akan tawaran kerjasama pembeli fleet. Bahkan untuk pembeli dari perusahaan taksi perusahaan juga terbuka. Hana menambahkan All New Livina juga terbuka untuk kendaraan taksi tersebut.

"Jika ada tawaran masuk pasti kami akan pertimbangkan dahulu. Tapi untuk sekarang belum ada yang masuk perusahaan taksi," kata Hana beberapa saat lalu.

Model multi purpose vehicle (MPV) ini belum pernah dijadikan model taksi. Dahulu Nissan sempat menjual jenis sedan Nissan Latio dan Nissan Almera untuk armada taksi.

President Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Mukiat Sutikno menjelaskan perusahaan sekarang menjaga komposisi penjualan ke konsumer fleetnya. Seperti tahun lalu yakni 10% sampai 15% dari total penjualan. "Sekarang model Hyundai H1 dan Hyundai Mover sebagai fleet cars. Walaaupun ada juga Sante Fe dibeli oleh beberapa perusahaaan," kata Mukiat kepada KONTAN, Minggu (10/3).

Untuk Hyundai Mover sejatinya banyak digunakan untuk kendaraan ambulans dan juga perusahaan transportasi. Sekedar informasi tahun lalu penjualan ritel Hyundai sebesar 1.485 unit atau naik dari periode tahun 2017 sebesar 1.308 unit.

Akhir bulan lalu, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia , melanjutkan sinergi strategis antar korporasi dengan melaksanakan program livery design decal branding Mitsubishi XPANDER di 1 (satu) armada Garuda Indonesia jenis Boeing 737-800 NG.

Decal branding XPANDER tersebut terpasag pada badan pesawat armada B737- 800 NG dengan nomor registrasi PK-GNU yang resmi diluncurkan pada 20 Februari 2019 dan langsung beroperasi mengantarkan rombongan manajemen MMKSI, MMC dan diler kendaraan penumpang Mitsubishi dari Jakarta ke Denpasar untuk agenda acara tahunan konvensi diler Bali.

Program livery branding tersebut terinspirasi dari kesamaan ciri dan karakteristik brand Mitsubishi XPANDER dan Garuda Indonesia yang menjadi top of mind pilihan transportasi idaman yang menawarkan prestige, kenyamanan, fitur dan layanan terbaik dengan harga yang kompetitif bagi konsumen.

“Sinergi yang terjalin baik antara Mitsubishi Motors dan Garuda Indonesia semakin menunjukkan kesamaan karakteristik antar kedua perusahaan yang tidak hanya terletak pada ciri dan karakteristik brand, namun juga persepsi dan sikap dalam menyuguhkan layanan terbaik dan memberikan kepuasan tertinggi terhadap pelanggan,” ujar Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT. MMKSI beberapa saat lalu .

Sebelumnya, sebanyak 401 unit XPANDER varian GLS MT dengan decal branding telah digunakan sebagai kendaraan operasional dan unit shuttle transportasi resmi untuk awak kabin Garuda Indonesia. Saat ini Mitsubishi Motors dan Garuda Indonesia terus melakukan studi akan kemungkinan kerjasama yang akan dilakukan untuk mendukung proses bisnis dan perkembangan ekonomi di Indonesia.


Tag


TERBARU

×