kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Produsen pengembang kendaraan listrik tunggu regulasi pemerintah


Rabu, 16 Mei 2018 / 22:03 WIB
ILUSTRASI. Prototipe Kendaraan Listrik ITB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pindad ikut terlibat dalam pengembangan motor dan mobil listrik. Perusahaan yang ikut tergabung dalam Asosiasi Produsen Kendaran Listrik Bermerek Nasional (APLIBERNAS) masih menunggu kepastian regulasi pemerintah untuk kelanjutan mobil listrik.

Sudah sejak tiga tahun yang lalu, PT Pindad ikut terlibat bersama UI, ITB, dan ITS dalam pengembangan mobil listrik dengan kapasitas 0,25 – 200 kilowatt. Namun, diakui bahwa sampai saat ini regulasi mobil listrik belum jelas.

Abraham Mose, Direktur Utama PT Pindad menyatakan bahwa kendalanya adalah regulasi pemerintah untuk produsen mobil listrik terutama terkait insentif yang belum terbit. Menurutnya, untuk pengadaan mobil listrik butuh komponen yang sejauh ini masih impor.

Dia juga bilang, industi dalam negeri masih belum siap untuk komponen melihat magnet permanen, komponen elektrik dan baterai masih melakukan impor. Karenanya, ia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait insentif.

“Kalau tidak didukung kebijakan pemerintah terkait insentif fiskal atau non fiskal atau pajak akan sulit memproduksi mobil listrik,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (16/5).
Ia juga menjelaskan masih melakukan impor komponen tersebut karena industri hulu belum tertata dengan baik. Akibatnya, masih perlu melakukan impor.

Sampai saat ini, proses pengembangan mobil listrik masih dilakukan dengan melakukan brand marking dengan melihat konsep-konsep mobil listrik untuk disesuaikan dengan mobil listrik atau yang disebut mobil rakyat.

Saat ini, sudah tersedia masing-masing dua unit untuk prototipe mobil listrik roda dua, roda tiga, dan roda empat. Nantinya, apabila sudah terelasisasi, rencanaya kendaraan tersebut akan ditujukan ke sektor pedesaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×