kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Properti perkantoran menjulang tinggi


Kamis, 14 April 2011 / 09:38 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Serba-serbi UTBK-SNMPTN 2020, asa di tengah pandemi. Menristekdikti bersama Dijen Belmawa lakukan Peninjauan pelaksanaan UTBK 2019 Gelombang Pertama di Gedung IMERI FKUI Salemba (13/4/2019).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Edy Can

JAKARTA. Prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan membuat bisnis properti kian bergairah. Tak heran jika para pengembang berbondong-bondong membangun proyek properti. Berdasarkan riset konsultan properti internasional, PT Jones Lang LaSalle Indonesia, permintaan properti sepanjang kuartal I-2011, khususnya properti perkantoran mencatat pertumbuhan paling signifikan.

Contohnya, kawasan perkantoran di Central Business District (CBD) yang menikmati penyerapan tertinggi selama satu dekade terakhir. Saat ini, terdapat tiga kawasan CBD yaitu Gatot Subroto, Rasuna Said, dan Sudirman.

Riset mencatat, penyerapan kantor di CBD selama kuartal I-2011 mencapai 144.000 meter persegi (m²). "Ini merupakan rekor penyerapan tertinggi dalam satu dekade terakhir," ungkap Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang, Rabu (13/4).

Tingginya penyerapan itu ditunjang oleh ekspansi perusahaan besar di gedung-gedung perkantoran baru, seperti Bakrie Tower, Equity Tower, termasuk juga Wisma Mulia. Maraknya aksi ekspansi itu membuat tingkat hunian di daerah CBD meningkat dari 82% menjadi 84%.

Menurut Anton, permintaan perkantoran belakangan banyak datang dari tenant asing yang tengah memperluas bisnisnya di Indonesia.

Tarif sewa naik

Angela Wibawa, Direktur Markets & Project Leasing Jones Lang menjelaskan, seiring peningkatan hunian, para pengelola gedung juga mulai menaikkan tarif sewa perkantoran. Menurut Angela, sampai Maret 2011, tarif sewa dasar di daerah CBD naik sekitar 4% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Jika tarif sewa perkantoran per bulan tahun lalu berkisar Rp 118.000 per m², kini naik menjadi Rp 141.000 per m². "Kenaikan ini tergolong tinggi, dan diperkirakan terus meningkat seiring dengan perkembangan tingkat hunian yang diproyeksikan mencapai sekitar 90% di tahun 2013-2914," kata Angela.

Lembaga riset properti Cushman Wakefield membenarkan tingginya penyerapan perkantoran di Jakarta selama kuartal I-2011. Arief Raharjo, Head of Research and Advisory Cushman Wakefield mengatakan, penyerapan perkantoran tinggi karena banyak permintaan dari perusahaan-perusahaan skala besar.

Apalagi belakangan ini semakin banyak perusahaan asing multinasional tertarik berbisnis di Indonesia. Tak heran jika beberapa gedung perkantoran, baik yang baru selesai direnovasi mau pun sedang dalam tahap pembangunan langsung diserap pasar. Contohnya Wisma Mulia, The Plaza, Bakrie Tower dan Sentral Senayan yang sekarang mengalami peningkatan permintaan.

Selain permintaan, Arief juga membenarkan naiknya harga sewa perkantoran selama kuartal I-2011. Menurutnya, harga sewa pada akhir Maret 2011 naik sekitar 3,3% dibanding kuartal IV 2010, dan sebesar 5,0% dibandingkan kuartal sama 2010. Dalam catatannya, saat ini harga sewa berada di kisaran Rp 149.800 per m² per bulan.

Kenaikan ini disebabkan adanya penyesuaian biaya perawatan (service charge) di banyak gedung perkantoran. Pasalnya, menurut Arief, biaya perawatan gedung semakin mahal menyusul naiknya tarif dasar listrik pada bulan Oktober 2010 lalu.

Ia mencontohkan, service charge di ruang perkantoran grade-A (di kasawan CBD) mengalami kenaikan sebesar 2,8%. Sementara perkantoran di grade-B dan grade-C masing-masing mengalami kenaikan 5,0% dan 8,3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×