kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.091   44,00   0,26%
  • IDX 6.987   -2,39   -0,03%
  • KOMPAS100 961   -3,84   -0,40%
  • LQ45 703   -4,70   -0,66%
  • ISSI 250   0,21   0,08%
  • IDX30 383   -5,30   -1,36%
  • IDXHIDIV20 473   -8,00   -1,66%
  • IDX80 108   -0,54   -0,50%
  • IDXV30 131   -1,75   -1,32%
  • IDXQ30 124   -2,09   -1,65%

Proyek pelabuhan Kalibaru akan dimulai Juli


Selasa, 29 Mei 2012 / 16:08 WIB
ILUSTRASI. Diam-diam sekolah bisnis elit Jack Ma hapus kata unversitas dari namanya


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Untuk menunjang pertumbuhan industri logistik yang diprediksi tumbuh 15% tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemhub) berupaya membangun infrastruktur pelabuhan.

Leon Muhammad, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemhub mengungkapkan, tahun ini mereka fokus pada memperluas pelabuhan Tanjung Priok yang padat.

"Untuk perluasan Tanjung Priok, sudah ada Pelabuhan Kalibaru yang rencananya Juli akan mulai dibangun tahap I," ujar Leon, Selasa (29/5).

Kalibaru menjadi solusi padatnya pelabuhan Tanjung Priok. Hingga Desember 2011, rata-rata kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 5,8 juta Twenty Feet Equivalent Units (TEUs).

Banyak pengamat menilai, akhir tahun 2012 ini, kapasitas Tanjung Priok bisa naik menjadi mencapai 7 juta TEUs. Jika ini terjadi, maka pelabuhan utama di Indonesia ini bisa stagnasi.

Selain membangun pelabuhan Kalibaru, juga ada proyek pembangunan terminal Serba Guna Teluk Lamong, Gresik, senilai Rp 404 miliar yang akan selesai Juli 2012.

Selain itu, Kemhub mencoba melakukan untuk membangun pelabuhan lagi di Cilamaya, Karawang yang saat ini baru masuk tahap kajian.

Pelabuhan di Cilamaya ini diproyeksikan bisa memindahkan konsentrasi logistik dan pengangkutan barang ekspor impor hingga 40% dari total volume barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan di Cilamaya tersebut ditargetkan bisa beroperasi tahun 2017 mendatang. "2014 awal persiapan konstruksi dan mudah-mudahan pada 2017 beroperasi," ujar Leon.

"Kalau Cilamaya dibangun dan dioperasikan pada tahap awal bisa mengalihkan konsentrasi 40% kegiatan pengiriman kargo dari Bandung, Cikampek, dan Karawang yang sebelumnya melalui Priok," ujarnya. Rencananya Cilamaya membutuhkan tanah seluas 200 hektare.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×