kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS1.004.000 1,31%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Proyek Smelter Tembaga Freeport Indonesia di Gresik Butuh Insentif Harga Gas


Kamis, 24 November 2022 / 13:21 WIB
Proyek Smelter Tembaga Freeport Indonesia di Gresik Butuh Insentif Harga Gas
ILUSTRASI. Proyek smelter dan PMR Freeport berkapasitas 2 juta ton pertahun dan 6 kilo ton per tahun (KTPA) Anoda Slime


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mining Industry Indonesia (MIND ID)  menilai proyek smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur membutuhkan insentif harga gas bumi untuk sumber energi. 

Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso menyatakan, proyek smelter dan PMR ini berkapasitas 2 juta ton per tahun dan 6 kilo ton per tahun (KTPA) Anoda Slime. Rencananya proyek ini akan beroperasi di kuartal IV atau akhir tahun 2024. 

“Sampai dengan saat ini, aktivitas konstruksi sudah mencapai 50%. Dukungan yang dibutuhkan untuk proyek ini ialah pemberian insentif harga gas bumi untuk pembangkitan dan sumber energi,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (24/11). 

Baca Juga: Ini Perkembangan Terkini 5 Proyek Strategis Nasional (PSN) di Bawah MIND ID

Selain insentif harga gas bumi, Hendi menyatakan, proyek ini juga membutuhkan dukungan kesiapan industri manufaktur atau hilir untuk mengambil alih (offtake) produk atau produk sampingan hasil smelter. 

Melansir catatan Kontan.co.id sebelumnya, smelter ini bakal menghasilkan produk utama berupa katoda tembaga, emas dan perak murni batangan, PGM (Platinum Group Metals), serta produk sampingan berupa asam sulfat, terak, gipsum, dan timbal.

Pabrik pemurnian dan pengolahan ini dibangun di atas lahan seluas 100 hektare dan disebut-sebut bakal menjadi smelter single line terbesar di dunia. PTFI menyiapkan investasi belanja modal atau capital expenditure sebesar US$ 3 miliar untuk proyek pembangunan smelter tersebut.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia (PTFI), Riza Pratama mejelaskan, sesuai dengan kurva-S penyelesaian konstruksi smelter yang saat ini disepakati dan digunakan oleh PTFI dan Pemerintah ditargetkan konstruksi smelter akan selesai pada akhir Desember 2023. 

Baca Juga: Freeport Indonesia Optimalkan Digitalisasi di Area Operasional Pertambangan Grasberg

“Proses akan dilanjutkan dengan pre-commissioning dan commissioning sehingga smelter baru akan di-start up pada bulan Mei 2024,” jelasnya kepada Kontan.co.id beberapa waktu lalu. 

Selanjutnya proses berlanjut ke ramp up operasi dan diharapkan mencapai operasi komersial penuh pada bulan Desember 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×