kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

PT INTI tidak sanggup lanjutkan program RFId


Jumat, 24 Januari 2014 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Perusahaan otobus (PO) akan menyesuaikan harga tiket bus penumpang karena kenaikan harga BBM. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Ranimay Syarah | Editor: Azis Husaini

JAKARTA. Program pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) akan mundur dari target yang dijadwalkan pada Juli 2014. Hingga saat ini, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) sedang kesulitan masalah keuangan sehingga program ini hanya akan berjalan di Jakarta saja dengan pesangan 5 juta unit RFId. Padahal, INTI memiliki tender harus memaang 100 juta RFId.

Usut punya usut, mernurut Suhartoko, Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina menyampaikan, situasi yang terjadi saat ini INTI sedang mengalami krisis kepercayaan dari para penyedia pinjaman dari perbankan, sebab mereka tahu INTI sedang mengalami kerugian. Sekarang ini, INTI sedang melakukan proses permintaan penambahan dana ke Pertamina. "Kalau dana tak ditambah,  INTI hanya menyelesaikan proyek RFId di Jakarta saja yang hanya 5 juta unit RFId, padahal tendernya untuk seluruh daerah dengan jumlah 100 juta RFId." kata dia kepada KONTAN, Kamis (23/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×