kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

PT INTI tidak sanggup lanjutkan program RFId


Jumat, 24 Januari 2014 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Perusahaan otobus (PO) akan menyesuaikan harga tiket bus penumpang karena kenaikan harga BBM. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Ranimay Syarah | Editor: Azis Husaini

JAKARTA. Program pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) akan mundur dari target yang dijadwalkan pada Juli 2014. Hingga saat ini, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) sedang kesulitan masalah keuangan sehingga program ini hanya akan berjalan di Jakarta saja dengan pesangan 5 juta unit RFId. Padahal, INTI memiliki tender harus memaang 100 juta RFId.

Usut punya usut, mernurut Suhartoko, Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina menyampaikan, situasi yang terjadi saat ini INTI sedang mengalami krisis kepercayaan dari para penyedia pinjaman dari perbankan, sebab mereka tahu INTI sedang mengalami kerugian. Sekarang ini, INTI sedang melakukan proses permintaan penambahan dana ke Pertamina. "Kalau dana tak ditambah,  INTI hanya menyelesaikan proyek RFId di Jakarta saja yang hanya 5 juta unit RFId, padahal tendernya untuk seluruh daerah dengan jumlah 100 juta RFId." kata dia kepada KONTAN, Kamis (23/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×