kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemasangan RFID baru 135.000 unit


Senin, 23 Desember 2013 / 15:02 WIB
Pemasangan RFID baru 135.000 unit
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham?PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) di Bursa Efek Indonesia.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) memasrahkan seutuhnya pemasangan radio-frequency identification (RFID) kepada PT Inti, selaku pelaksana proyek.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, ditemui di Terminal BBM Pertamina Plumpang, Senin (23/12/2013), menuturkan, jika PT Inti memiliki kendala dalam anggaran penyediaan alat, maka itu menjadi urusan korporasi yang bersangkutan.

"Ya kita mendorong untuk itu (dipercepat). (Namun) kalau pinjaman itu kan aksi korporasi, harus ada izin pemegang saham," kata Ali.

Ali juga mengatakan, sesuai kontrak, Pertamina hanya membayar jasa PT Inti. Kata Ali, PT Inti sedianya bakal mendapatkan bayaran dari Pertamina, untuk setiap liter yang tercatat dalam sistem RFID.

Sebagai informasi, target pemasangan RFID molor dari rencana semula. Untuk wilayah Jakarta sendiri, target 1 juta unit terpasang di mobil pada akhir Desember ini baru terealisasi sekitar 135.000 unit. Pemasangan diprediksi rampung pada Maret 2014.

Ketika ditanya, akankah Pertamina membantu PT Inti andaikata modal menjadi kendala, Ali belum bisa memastikan. "Masih dibicarakan," tukas Ali.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan sama, Menteri ESDM Jero Wacik hanya mengatakan bahwa sistem ini tengah dicoba. "Saya prinsipnya, kalau menyangkut rakyat, jangan dijalankan dulu, sampai uji cobanya baik," tutur Jero. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×