Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) telah merampungkan divestasi dua aset perusahaan, dua divestasi tersebut adalah 25% saham dari proyek pelabuhan melalui PT Prima Multi Terminal atau proyek Pelabuhan Multipurpose Kualatanjung senilai Rp 371 miliar dan divestasi 14% kepemilikan atas konsesi di PT Citra Karya Jabar selaku pemilik dan pengelola Tol Cisumdawu dengan nilai Rp 50,25 miliar.
Agus Purbianto, Direktur Keuangan PTPP mengatakan, untuk divestasi Prima Multi Terminal sudah Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) yang akan dibayarkan 20% pada Februari 2021 dan sisanya dibayarkan pada Maret 2021 mendatang.
"Pada Desember sudah bisa diakui dalam pembukuan, tetapi pembayaran atas divestasi saham baru dimulai awal tahun depan. Namun, peraturan pencatatan akuntansi memperbolehkan hal tersebut diakui di depan. Sehingga, nanti pengaruhnya ke neraca laba rugi," ujar Agus kepada kontan.co.id, Rabu (9/12).
Selain itu, PTPP juga akan melanjutkan proses divestasi dua ruas jalan tol pada 2021. Kedua ruas tol yang akan didivestasi tersebut yaitu Pandaan-Malang dan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Agus menyebut, saat ini proses divestasi masih pada tahap negosiasi penawaran yang telah disampaikan kepada investor.
Baca Juga: Simak prospek saham penghuni IDX SMC Liquid yang minim koreksiu
PT PP menargetkan laba bersih Rp 122 miliar hingga akhir tahun ini. Angka target laba ini melonjak jika dibandingkan dengan perolehan laba hingga kuartal ketiga yang mencapai Rp 10 miliar.
Nilai ini melesat 297,1% secara kuartalan meski masih turun 94,2% secara tahunan. Target yang melesat di kuartal keempat ini disebabkan oleh rampungnya divestasi dua aset PTPP yang diperkirakan berlangsung di tahun ini.
Agus menjelaskan, pada tahun 2021 pihaknya akan fokus pada beberapa proyek kawasan industri, toll roads, spam dan bendungan. Selain itu, perusahaan juga menargetkan pada 2021 untuk berfokus pada beberapa sektor pekerjaan seperti gedung, jalan & jembatan, bandara, industri dan oil & gas. Dari sana, pihaknya melihat ada potensi untuk meningkatkan kontrak baru setelah tertekan akibat pandemi Covid-19.
Selain itu, pihaknya menargetkan setidaknya perusahaan bisa membukukan kontrak baru yang berasal dari pemerintah dan PSN sebesar 35% dan untuk kinerja akan membaik dibandingkan tahun 2020. Namun, Agus mengaku, saat ini masih dalam proses penyusunan.
Baca Juga: IHSG hampir sentuh level 6.000 pada Selasa (8/12), asing catat net sell 736,16 miliar
Seperti diketahui, yang tertuang dalam RAPBN 2021, pemerintah menyiapkan rencana anggaran sebesar Rp 414 triliun untuk sektor infrastruktur.
Sementara sampai dengan pertengahan November 2020 PTPP telah meraih kontrak baru sebesar Rp 17,4 triliun atau setara dengan 68% dari target kontrak 2020. Manajemen masih optimis untuk bisa mencapai target 2020.
Dalam menjaga kinerjanya hingga akhir tahun 2020, PTPP menerapkan beberapa strategi, salah satunya adalah, adanya tight money policy pada keuangan perusahaan, cost reduction, dan capex efisiensi. Selain itu, melakukan reorganisasi pada perusahaan sehingga bisa dilakukan efisiensi pada opex perusahaan.
Selanjutnya: Rupiah dibuka melemah 0,04% ke Rp 14.110 per dolar AS pada hari ini (7/12)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)