kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Puasa dan lebaran terancam kekurangan pasokan cabai


Kamis, 15 Maret 2018 / 19:55 WIB
Puasa dan lebaran terancam kekurangan pasokan cabai
ILUSTRASI.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menghadapi puasa dan lebaran diprediksi Indonesia akan kekurangan pasokan cabai.

"Saat idul fitri kemungkinan akan kekurangan pasokan cabai," ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid dalam Seminar Nasional Agribusiness Outlook 2018, Kamis (15/3).

Panen raya dinilai Abdul Hamid baru akan dimulai pada bulan Juli dan Agustus. Sementara bulan Juni panen masih sedikit dan banyak yang rusak.

Kekurangan tersebut terlihat secara signifikan bagi jenis cabai rawit merah. Sementara untuk cabai merah besar dan cabai keriting produksinya masih normal.

Penurunan produksi pun dinilai dengan melihat kualitas tanah. Hamid bilang produksi cabaintertekan akibat kondisi tanah yang tidak sehat.

Selain itu biaya produksi cabai pun saat ini dinilai sangat tinggi. "Biaya produksi cabai saat ini mencapai 95 juta hingga 100 juta per hektare (ha) per tahun," terang Hamid.

Angka tersebut naik drastis dibandingkan dengan tahun 1995. Hingga tahun 1995 biaya produksi hanya sebesar 18 juta hingga 20 juta per ha per tahun.

Naiknya biaya produksi dianggap tidak menguntungkan petani. Hal tersebut dikarenakan harga cabai tidak bergerak signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×