kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pudjiadi Prestige (PUPD) siapkan capex hingga Rp 700 miliar untuk pengembangan bisnis


Kamis, 16 Mei 2019 / 17:36 WIB
Pudjiadi Prestige (PUPD) siapkan capex hingga Rp 700 miliar untuk pengembangan bisnis

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUPD) berencana membangun apartemen segmen middle up tahun ini. Untuk merealisasikannya, PUPD tengah menjalin kerjasama dengan beberapa investor.

Adwien Dhanu, Corporate Secretary PUPD menjelaskan, saat ini pihaknya masih proses diskusi dengan investor guna merealisasikan rencana tersebut. Adapun, salah satu investor Taisei Co. Ltd asal Jepang.


"Rencana bisnisnya, kami akan mengolah aset tanah seluas 70 hektar yang akan dibangun sebagai resort, vila di daerah Cikarang dan Bekasi. Kami ingin membangun gantole dan wahana lain, namun memang saat ini permintaannya belum begitu banyak. Para investor sebenarnya juga masih dalam mode wait and see pasca Pemilu," kata Adwein Bayu, Kamis (16/5).

Sementara, Toto Sasetyo Dwi Budi, Direktur Utama PUPD mengatakan, dalam pengembangan usaha tahun ini pihaknya telah mempersiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 600 miliar-Rp 700 miliar. 

"Kami harus terus menyesuaikan segmen. Kami sebelumnya bermain di segmen middle, tahun ini ingin mulai masuk ke segmen middle up untuk daerah Cikarang. Sebelumnya di daerah tersebut ditinggali oleh pasangan muda, sekarang keluarga. Kami mengincar lokasi-lokasi yang diminati," jelas Toto kepada Kontan.co.id, Kamis (16/5).

Selain rencana pembangunan apartemen dan resort vila, strategi yang akan dilakukan PUPD tahun ini adalah menjual hotel dan membangun ulang (rebuild) di beberapa daerah, terutama Jakarta dan Cikarang. 

PUPD optimistis tahun ini bisa mencatatkan target pertumbuhan laba bersih sebesar 8,35% atau di angka Rp 6,20 miliar. Sementara, target pendapatan usaha meningkat 3,36% di angka Rp 89,37 miliar tahun ini. "Optimisme kami didorong oleh usainya gelaran Pemilu dan keamanan perekonomian nasional," kata Adwein.



Video Pilihan

TERBARU

×