kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.150   -24,00   -0,13%
  • IDX 4.864   -40,19   -0,82%
  • KOMPAS100 623   -5,95   -0,95%
  • LQ45 496   -1,39   -0,28%
  • ISSI 161   -2,70   -1,65%
  • IDX30 280   -0,24   -0,09%
  • IDXHIDIV20 378   0,42   0,11%
  • IDX80 72   -0,61   -0,83%
  • IDXV30 105   -0,50   -0,48%
  • IDXQ30 94   0,22   0,24%

Pupuk Indonesia Perluas Ekspansi, Bangun Pabrik Pupuk di Maluku hingga Soda Ash


Rabu, 04 November 2026 / 09:09 WIB
Pupuk Indonesia Perluas Ekspansi, Bangun Pabrik Pupuk di Maluku hingga Soda Ash
ILUSTRASI. Pabrik PT Pupuk Indonesia (Persero) (dok/Pupuk Indonesia)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan sejumlah proyek pengembangan industri untuk memperkuat kapasitas produksi pupuk nasional sekaligus memperluas hilirisasi industri kimia berbasis gas alam.

Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan pabrik pupuk urea di Pulau Yamdena, Maluku, dengan memanfaatkan pasokan gas dari proyek Lapangan Abadi Blok Masela.

SVP Corporate Strategic PT Pupuk Indonesia Dade Senjayawijaya mengatakan, perusahaan telah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan Inpex pada 28 Oktober 2026.

"Harapannya, kami bisa melakukan pembangunan pabrik pupuk urea di Pulau Yamdena," ujar Dade dalam pemaparannya di Minerba Convex 2026 pada Selasa (3/11/2026).

Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Mulai Dilirik Konsumen Muda, Ini Alasannya

Selain di Yamdena, Pupuk Indonesia juga menyiapkan pengembangan kawasan industri di Fakfak, Papua Barat. Namun, Dade tidak memerinci nilai investasi maupun kapasitas fasilitas produksi yang akan dibangun di kedua kawasan tersebut.

Pengembangan fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas produksi urea. Saat ini, Pupuk Indonesia Group memiliki kapasitas produksi urea sekitar 9,4 juta ton per tahun.

Tidak hanya membangun fasilitas baru, Dade juga menjalankan program revitalisasi pabrik untuk menjaga keandalan produksi.

Dade menyebut, Pupuk Indonesia telah menyelesaikan proyek Kaltim 2 di Bontang yang akan diresmikan pada 2026. Selanjutnya, perusahaan menyiapkan pengoperasian Pupuk Sriwijaya (Pusri) 3B yang ditargetkan diresmikan pada rentang Januari hingga April 2027.

Pengoperasian fasilitas baru tersebut nantinya akan diikuti dengan penutupan salah satu pabrik lama di Pusri yang telah berusia sekitar 46 tahun.

Pupuk Indonesia juga menyiapkan program peremajaan fasilitas produksi di Pupuk Kujang dan Petrokimia Gresik.

Soda Ash

Di luar pengembangan industri pupuk, perusahaan turut mendorong hilirisasi produk turunan amonia melalui rencana pembangunan pabrik soda ash di Bontang dan Petrokimia Gresik pada periode 2027–2028.

Dade mengatakan, kebutuhan soda ash di Indonesia saat ini masih dipenuhi melalui impor sekitar 1 juta ton per tahun. Melalui pengembangan fasilitas baru tersebut, perusahaan berharap dapat mengurangi ketergantungan impor hingga sekitar 50%.

"Harapannya, kita akan bisa mengurangi sekitar 50% impor soda ash di Indonesia," kata Dade.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Akan Genjot Produksi NPK Hingga 5,9 Juta Ton di 2030

Rencana pengembangan soda ash tersebut juga diarahkan untuk memanfaatkan karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses produksi amonia sebagai bahan baku industri kimia.

Harapannya dapat memperluas rantai nilai industri berbasis amonia sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan hasil samping dari proses produksi pupuk.

Melalui pengembangan pabrik baru, revitalisasi fasilitas produksi, dan hilirisasi produk turunan amonia, Pupuk Indonesia berharap dapat memperkuat posisi industri pupuk dan kimia nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×