kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

PURA Tahan Ekspansi Besar Tahun Ini, Pilih Jaga Likuiditas dan Profitabilitas


Rabu, 27 Mei 2026 / 16:45 WIB
PURA Tahan Ekspansi Besar Tahun Ini, Pilih Jaga Likuiditas dan Profitabilitas
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah dan harga energi global mengancam. PURA punya sistem internal terintegrasi untuk jaga laba. (Dok/Pura Trans)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) menyiapkan sejumlah strategi bisnis sepanjang tahun ini di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan volatilitas harga energi global.

Direktur Utama PURA, Ariel Wibisono, mengatakan bahwa perusahaan tidak merasakan dampak langsung dari fluktuasi harga energi dunia. Hal ini karena armada yang dioperasikan perusahaan merupakan kendaraan umum berpelat kuning yang memperoleh subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Meski demikian, menurut Ariel, volatilitas harga energi tetap berpotensi memengaruhi biaya operasional dan iklim usaha secara umum, terutama bagi industri transportasi dan logistik.

Karena itu, sepanjang tahun ini PURA berupaya menjaga profitabilitas dengan memperkuat efisiensi penggunaan bahan bakar berbasis teknologi melalui sistem internal terintegrasi.

"Sistem internal tersebut meliputi transportation management system (TSM) dan GPS tracking system yang dikapitalisasi dalam aset tak berwujud perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Kadin: Investor China Masih Minati RI, Tunggu Kepastian Deregulasi

Selain tekanan harga energi, Ariel juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang membayangi industri transportasi dan logistik. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga suku cadang impor (spareparts) serta meningkatkan biaya operasional perusahaan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, PURA memilih fokus pada efisiensi operasional dan pengendalian biaya guna menjaga kinerja perusahaan tetap stabil.

Di sisi lain, persaingan tarif di sektor logistik juga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Oleh sebab itu, PURA akan memperkuat diversifikasi pelanggan serta meningkatkan layanan bernilai tambah guna mempertahankan daya saing bisnis.

Adapun terkait belanja modal atau capital expenditure (capex), Ariel mengungkapkan bahwa perusahaan belum memprioritaskan ekspansi besar pada tahun ini. Langkah tersebut diambil di tengah ketidakpastian geopolitik global yang dinilai dapat memengaruhi biaya operasional perusahaan.

 

"Manajemen saat ini lebih mengutamakan penguatan likuiditas, efisiensi operasional, peningkatan produktivitas armada eksisting, serta penguatan recurring business dan captive market di tengah kondisi ini," jelasnya.

Meski belum agresif melakukan ekspansi, PURA tetap membuka peluang untuk merealisasikan capex secara selektif dan terukur, terutama untuk kebutuhan operasional strategis yang dapat memberikan nilai tambah langsung terhadap kinerja perusahaan.

Manajemen PURA memastikan tetap berupaya menjaga kinerja perusahaan agar terus bertumbuh, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×