kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Qatar dan Indonesia kerja sama akuakultur untuk tingkatkan produksi udang


Selasa, 04 September 2018 / 20:34 WIB
Qatar dan Indonesia kerja sama akuakultur untuk tingkatkan produksi udang
ILUSTRASI. Tambak udang

Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia telah meneken kerjasama dengan pemerintah Qatar di bidang investasi dan pertahanan. Salah satu kerjasama yang akan digarap meliputi pengembangan akuaculture, alias budi daya ikan di Aceh. Pengusaha pengolahan ikan melihat adanya potensi dalam pengembangan industri udang di Aceh melalui kerjasama ini.

Mengutip pemberitaan Kontan sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Luhut B. Pandjaitan menyatakan pada Rabu (1/8) lalu, Indonesia-Qatar meneken perjanjian kerasama mencapai US$ 500 juta. Investasi itu untuk pembangunan hotel di Mandalika.

Tapi tak hanya itu, Qatar juga meminta ada penerbangan langsung Qatar-Banda Aceh. Sebab, Qatar juga berminat untuk membuat aquaculture di kota Serambi Mekah itu.

Menanggapi ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budhi Wibowo menyatakan komoditas udang dari Aceh yang bisa digarap adalah udang Black Tiger dan udang Vannamei.

"Dulu sebelum tsunami, Aceh punya cukup banyak tambak udang, beberapa tahun terakhir ini baru mulai berkembang lagi," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (4/9).

Budhi melanjutkan, sebenarnya selama ini ekspor ikan Indonesia ke Timur Tengah sudah banyak. Produknya meliputi ikan bandeng dan ikan tenggiri yang dikirim ke Uni Emirat Arab, Oman dan Qatar. Oleh karena itu, produk yang bisa ditingkatkan ekspornya adalah yang sudah eksisting dikirim dan udang yang sedang dikembangkan.

Mengutip informasi produksi Provinsi Aceh yang diberikan Direktur Produksi dan Usaha Budidaya KKP Umi Windriani, memang udang merupakan salah satu komoditas utama perikanan provinsi tersebut.

Rincinya dalam data produksi tahun 2016, total produksi ikan budidaya di provinsi tersebut mencapai 71.376 ton. Dalam angka tersebut, kombinasi udang windu, udang vaname dan lainnya mencapai 15.227 ton. Tapi produksi ikan budidaya paling banyak adalah bandeng sebanyak 27.472 ton, kemudian ada juga ikan nila denga total berat 10.267 ton. Selain itu, ada juga produk perikanan berupa kerapu, bawal bintang, kakap, kekerangan, kepiting, ikan mas, patin, gurame, lele dan lainnya.



Video Pilihan

TERBARU

×