kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.810   34,00   0,20%
  • IDX 8.352   119,87   1,46%
  • KOMPAS100 1.165   25,92   2,27%
  • LQ45 833   19,62   2,41%
  • ISSI 300   4,82   1,63%
  • IDX30 431   9,10   2,16%
  • IDXHIDIV20 510   9,10   1,82%
  • IDX80 129   3,08   2,44%
  • IDXV30 139   2,36   1,73%
  • IDXQ30 139   3,02   2,22%

Rajawali Membeli Saham Archipelago Senilai £ 16,7 juta.


Selasa, 11 Agustus 2009 / 06:45 WIB


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Taji bisnis PT Rajawali Corporate di sektor pertambangan menancap semakin dalam. Perusahaan milik Peter Sondakh ini telah membeli saham Archipegalo Resources Plc, perusahaan tambang emas.

Dalam keterbukaan informasi kepada London Stock Exchange, Archipelago mengumumkan Rajawali telah membeli opsi saham sebanyak 85 juta unit serta saham sebanyak 26,51 juta unit dari Baker Steel Funds. Nilai pembelian itu mencapai £ 16,7 juta. Dari jumlah itu, £ 10,2 juta masuk ke kas Archipelago, sementara sisanya untuk Baker Steel.

"Kesepakatan ditandatangani tanggal 7 Agustus kemarin," beber Darjoto Setyawan, Direktur Pengembangan Bisnis Rajawali, Senin (10/8). Dengan demikian, kini Rajawali menguasai sekitar 30% saham Archipelago.

Darjoto mengatakan, akuisisi ini sesuai dengan rencana kerja Rajawali usai menjual kepemilikannya di Bentoel. Setelah melepas perusahaan rokok itu, Rajawali akan fokus di sektor pertambangan, perkebunan, dan properti.

Rajawali memilih Archipelago dengan pertimbangan prospek perusahaan tambang emas ini bakal cerah. "Kami menilai proyeknya oke," kataDarjoto. Sayangnya, Darjoto menolak memberi keterangan rinci, dengan alasan Archipelago adalah perusahaan terbuka.

Saat ini Archipelago memiliki empat proyek tambang. Dua proyek tambang berada di Vietnam, satu di Filipina, dan satu lagi di Sulawesi Utara, yaitu tambang emas Toka Tindung Gold.

Archipelago berharap, masuknya Rajawali bisa menjadi dukungan bagi perseroan untuk menjalankan proyek Toka Tindung. Proyek ini sempat terhambat lantaran ditentang masyarakat setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×