kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Rayakan Hari Perhubungan, Menhub beberkan tantangan dalam pembangunan transportasi


Kamis, 17 September 2020 / 12:45 WIB
Rayakan Hari Perhubungan, Menhub beberkan tantangan dalam pembangunan transportasi
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan layanan transportasi bagi masyarakat. Meski demikian, dia juga menyebut bahwa ada berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan transportasi.

Tantangan ini mulai dari sisi keterjangkauan hingga peningkatan pendapatan masyarakat dan karakteristik pasar.

"Tantangan yang belum terselesaikan dalam pembangunan transportasi adalah pemenuhan akses dan keterjangkauan, peningkatan pendapatan masyarakat dan perubahan karakteristik pasar baik lokal, regional maupun global, akan menuntut kualitas pelayanan transportasi yang lebih baik," kata dia dalam dialog virtual, Kamis (17/9).

Budi menambahkan, kebutuhan pelayanan transportasi pun terus mengalami peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitas. Dia mengatakan banyak persoalan yang timbul seiring dengan peningkatan ini, khususnya di tengah adanya pandemi Covid-19. Karenanya dia berharap adanya kebersamaan dari seluruh semua pemangku kepentingan.

Baca Juga: Luncurkan layanan Last Mile PT KAI gandeng Bluebird antarkan penumpang sampai rumah

Lebih lanjut, Budi bilang, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo,  pembangunan infrastruktur bermanfaat untuk  menciptakan lapangan kerja, menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, membuka akses baru atau semakin mempermudah akses  yang sudah ada untuk menjangkau suatu wilayah. 

Nantinya, kemudahan akses tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di suatu wilayah serta perbaikan jaringan logistik.

Melihat hal ini, Budi pun mengatakan pembangunan sistem transportasi yang sedang dilaksanakan dipadukan dalam sebuah bingkai sistem transportasi yang berkelanjutan.

"Pembangunan sistem transportasi harus diamati dengan kacamata yang berbeda, atau dengan kata lain tidak hanya memperhatikan biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat dalam melakukan perjalanan melainkan juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan agar muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru," ujar Budi.

Dia juga menyebut, pembangunan transportasi yang baik pun harus berkelanjutan, dimana memungkinkan kebutuhan akses yang mendasar dari masyarakat dapat terpenuhi dengan selamat, terjangkau, efisien, memberikan pilihan moda transportasi, dan mendukung perkembangan ekonomi. Selain itu pembangunan sistem transportasi berkelanjutan membatasi emisi/limbah.

Baca Juga: Bikin heboh, ada wacana sepeda bakal diberikan pelat nomor di Malaysia

Tantangan lain dalam pembangunan transportasi berkaitan dengan publikasi. Menurutnya, capaian kinerja pembangunan infrastruktur transportasi harus dipublikasikan secara masif kepada masyarakat. Menurutnya, hal ini bisa menimbulkan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Selanjutnya: Garuda Indonesia dan Krakatau Steel segera terbitkan surat utang ke pemerintah

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×