kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.929   16,00   0,09%
  • IDX 6.102   64,72   1,07%
  • KOMPAS100 787   10,09   1,30%
  • LQ45 603   7,29   1,22%
  • ISSI 212   2,15   1,02%
  • IDX30 335   4,76   1,44%
  • IDXHIDIV20 429   5,70   1,35%
  • IDX80 90   1,09   1,23%
  • IDXV30 116   1,49   1,30%
  • IDXQ30 109   1,44   1,34%

Regulasi untuk CNG Bakal Digodok, DEN Wanti-Wanti Hal Ini


Senin, 05 Oktober 2026 / 14:52 WIB
Regulasi untuk CNG Bakal Digodok, DEN Wanti-Wanti Hal Ini
ILUSTRASI. Pemanfaatan CNG oleh PGN (PGAS) (DOK /PGN)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap menyusun regulasi serta peta jalan (roadmap) komersialisasi Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram (kg). 

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Muhammad Kholid Syeirazi mengingatkan penyusunan aturan tersebut wajib mengedepankan aspek keekonomian rantai pasok dan keselamatan, bukan sekadar memburu target pengalihan LPG 3 kg.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis maupun proses bisnis CNG 3 kg penting sebelum dipasarkan secara massal. 

"Per 3 Oktober 2026, CNG 3 kg masih dalam tahap evaluasi Lemigas, termasuk tabung dan proses bisnisnya. " ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Roadmap CNG 3 Kg Digodok, Industri Minta Perketat Pengawasan Hingga Sub Pangkalan

Kholid menuturkan, penerapan CNG perlu dilakukan secara bertahap dan berbasis klaster dengan memprioritaskan wilayah yang dekat sumber gas atau jaringan pipa. 

Menurutnya, pengguna awal yang paling potensial menyerap produk ini adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sentra kuliner yang memiliki konsumsi energi relatif stabil.

"CNG tidak perlu diposisikan sebagai pengganti LPG 3 kg secara serentak dan nasional," tegasnya.

Mengenai skema harga, Kholid menyarankan agar penetapan tarif menggunakan skema keekonomian bertahap agar tidak menciptakan beban subsidi baru pada APBN. 

Dia bilang, pemerintah diharapkan memberikan dukungan pada penyediaan infrastruktur awal seperti mother station, tabung, hingga fasilitas konverter, ketimbang mengucurkan subsidi per kilogram.

"Terkait harga jual, CNG harus cukup menarik agar masyarakat bersedia beralih dari LPG, tetapi jangan menciptakan rezim subsidi baru yang pada akhirnya kembali membebani APBN," imbuh Kholid.

Baca Juga: CNG Untuk Tekan Impor LPG Terus Dievaluasi, Begini Progresnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×