kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rekayasa lalu lintas lancar, proyek stasiun integrasi HSR-LRT dilanjutkan


Selasa, 24 November 2020 / 13:35 WIB
Rekayasa lalu lintas lancar, proyek stasiun integrasi HSR-LRT dilanjutkan


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekerjaan erection pierhead pembangunan stasiun integrasi HSR-LRT Halim oleh PT Wika Gedung Tbk yang berada di Ruang Milik Jalan Tol (Rumija) ruas tol Jakarta-Cikampek akan dilaksanakan. Ini setelah dari hasil simulasi rekayasa lalu lintas yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu pada 11 November 2020 lalu, dianggap telah sesuai dengan prosedur dan tidak mengganggu operasional jalan tol.

"Guna memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, Jasamarga Metropolitan Tollroad akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup lajur sebagai bagian dari area kerja proyek pembangunan stasiun integrasi tersebut selama pekerjaan berlangsung," jelas Irra Susiyanti, Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad dalam siaran resmi, Selasa (24/11).

Adapun lokasi pekerjaan erection pierhead pembagunan stasiun berada di Km 1+285 sampai dengan Km 1+415 arah Cikampek, dimulai Selasa (24/11) sampai dengan selesainya pekerjaan pada hari Sabtu (06/03) yang akan dilakukan saat periode window time yaitu pukul 23.00 s/d 04.00 WIB.

Baca Juga: Masih tentukan jadwal, inilah perkembangan kesiapan lelang 9 ruas jalan tol BPJT

Irra mengatakan, pelaksanaan pekerjaan dorong dan angkat pierhead ini, akan menutup lajur 1 dan lajur 2 secara situasional, sementara lajur 3 dan 4 dapat dilintasi sebagai jalur lalulintas.

Wika Gedung berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Kepolisian, untuk melakukan langkah antisipasi dampak pekerjaan tersebut yaitu dengan pemasangan rambu-rambu untuk pengamanan, penyiagaan petugas pengaturan lalulintas di sekitar lokasi pekerjaan, serta menyiapkan rencana bertindak secara situasional untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan akibat dari pekerjaan ini.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pekerjaan tersebut. Kami mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas, serta mengatur waktu perjalanan," ujar Irra.

Selanjutnya: Jasa Marga (JSMR) menimbang untuk menambah konsesi dari lelang 9 ruas jalan tol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×