Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Repower Asia Indonesia Tbk menggandeng Madinah Group Indonesia (MFlash) untuk mengembangkan ekosistem perangkat dan solusi telekomunikasi berbasis properti. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada 3 Maret 2026.
Aulia Firdaus, Direktur Utama Repower mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis Repower untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset properti sekaligus menciptakan potensi pendapatan berulang dari ekosistem bisnis baru yang terintegrasi dengan sektor teknologi dan telekomunikasi,.
Melalui kerja sama ini, Repower dan Madinah Group Indonesia akan menjajaki pengembangan kegiatan usaha di bidang device dan telco solution dengan memanfaatkan aset properti milik perseroan. “Salah satu implementasi awal dari kolaborasi tersebut adalah pengembangan gerai ritel teknologi,” kata Aulia dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Colliers Ungkap Dampak Konflik Timur Tengah ke Pasar Properti Domestik
Aulia bulang lokasi awal pengembangan gerai direncanakan berada di kawasan Pejaten Office Park, Jakarta Selatan. Gerai tersebut akan menggunakan merek “Real MFlash” dan menjadi bagian dari jaringan ritel teknologi dalam ekosistem Madinah Group Indonesia.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi Repower untuk mengembangkan model bisnis properti yang tidak semata berfokus pada pengembangan kawasan, melainkan juga pada optimalisasi pemanfaatan aset melalui lini usaha pendukung yang berpotensi menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Selain itu, perseroan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik. Repower menyatakan telah menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran denda administratif yang sebelumnya dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Baca Juga: Kebijakan Lahan Sawah Diperketat, Pengembang Properti Minta Kepastian Tata Ruang
Penyelesaian tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan kegiatan usaha.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, perseroan optimistis dapat memperkuat fundamental bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru yang berkelanjutan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













