kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

AI Dorong Efisiensi Bisnis, Kemampuan Manusia Bisa Jadi Faktor Pembeda


Kamis, 18 Juni 2026 / 20:56 WIB
AI Dorong Efisiensi Bisnis, Kemampuan Manusia Bisa Jadi Faktor Pembeda
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan kini semakin mengandalkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi, mengolah data, dan mempercepat pengambilan keputusan bisnis. 

Namun, penguasaan teknologi tersebut dinilai belum cukup tanpa dukungan talenta yang memiliki kemampuan analitis dan berpikir kritis.

Hal itu disampaikan Direktur Digital Business Peruri, Farah Fitria Rahmayati, dalam BRAVO 500 Summit 2026 yang digelar XLSMART for Business di Jakarta. 

Forum tersebut mempertemukan lebih dari 1.500 pemimpin perusahaan, regulator, institusi pendidikan, dan pelaku industri untuk membahas percepatan transformasi digital nasional.

Baca Juga: Multimoda, Supply Chain, dan AI Dorong Efisiensi Logistik

Farah mengatakan AI telah menjadi bagian penting dalam proses bisnis modern, mulai dari analisis data hingga penyusunan rekomendasi keputusan.

Namun, manusia tetap memegang peran utama dalam menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menyelesaikan persoalan bisnis.

"AI mampu mempercepat proses analisis dan memberikan rekomendasi berbasis data. Namun, manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata," ujar Farah dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, perubahan teknologi turut menggeser kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia. 

Perusahaan saat ini tidak hanya mencari tenaga kerja dengan kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu menggabungkan teknologi dengan kemampuan analisis dan pemecahan masalah.

Baca Juga: Meta Genjot AI, Karyawan Dipantau

Peruri menilai terdapat lima kompetensi utama yang perlu dimiliki talenta digital, yakni literasi data, literasi AI, pola pikir produk digital, keamanan dan tata kelola digital, serta kemampuan berpikir kritis dan problem solving.

Pengembangan kompetensi tersebut, lanjut Farah, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri agar ekosistem pembelajaran dapat mengikuti kebutuhan bisnis yang terus berubah.

Sebagai GovTech Indonesia, Peruri terus mendorong transformasi digital melalui inovasi berbasis teknologi, data, dan keamanan digital. 

Perusahaan melihat pemanfaatan AI dan integrasi data sebagai salah satu faktor penting dalam menciptakan talenta digital yang mampu mendukung daya saing Indonesia di tingkat global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×