kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.070   36,00   0,20%
  • IDX 4.937   -247,93   -4,78%
  • KOMPAS100 622   -36,02   -5,48%
  • LQ45 481   -27,46   -5,40%
  • ISSI 170   -9,02   -5,03%
  • IDX30 269   -14,94   -5,27%
  • IDXHIDIV20 349   -17,04   -4,65%
  • IDX80 71   -4,10   -5,43%
  • IDXV30 98   -3,89   -3,80%
  • IDXQ30 88   -4,86   -5,23%

Revisi RKAB 2026 Disetujui, Segini Kuota Produksi Batubara dan Nikel


Minggu, 18 Oktober 2026 / 11:01 WIB
Revisi RKAB 2026 Disetujui, Segini Kuota Produksi Batubara dan Nikel
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyepakati kuota produksi batubara dan nikel dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, revisi RKAB 2026 disetujui dengan target produksi batubara sekitar 700 juta ton, sedangkan produksi nikel sekitar 290 juta ton.

"Batubara mencapai (700 juta ton). Nikel 290-an juta ton," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga: Perhapi Usul Kuota Produksi Batubara 700 Juta Ton untuk RKAB 2027

Dengan disetujuinya revisi RKAB 2026 ini, Tri berharap kegiatan produksi batubara, nikel, dan komoditas tambang lainnya dapat berjalan tanpa hambatan.

"Kalau angkanya tidak begitu detail. Tapi yang jelas, mudah-mudahan tidak ada hambatan untuk produksi dan lain sebagainya," lanjutnya.

Tri belum dapat membeberkan target kuota produksi batubara dan nikel dalam RKAB 2027 yang pengajuannya telah dibuka.

"Belum, kan masih evaluasi," imbuhnya singkat.

Ia menambahkan, pemerintah telah mengalokasikan batubara untuk memenuhi kebutuhan domestic market obligation (DMO), khususnya bagi pembangkit listrik PT PLN, sebesar sekitar 154 juta ton pada 2026.

"DMO kalau untuk angkanya, kebutuhan 2026 ini, khususnya PLN, sekitar 154 juta ton. Nah, ini insya Allah sudah done," kata Tri.

Sebelumnya, para pelaku usaha, khususnya di sektor pertambangan batubara, mendorong pemerintah memberikan kelonggaran untuk menambah kuota produksi batubara nasional dalam revisi RKAB 2026. Hal ini seiring dengan penyesuaian produksi yang dihadapi para pelaku usaha pertambangan batubara sejak awal tahun.

Baca Juga: Bahlil Soroti Dominasi Perusahaan Besar dalam RKAB Batubara, Produksi Turun PNBP Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×