kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

RI Bidik Investasi dan Ekspor Pangan Lewat Forum Indonesia–China di Wuhan


Selasa, 31 Maret 2026 / 14:39 WIB
RI Bidik Investasi dan Ekspor Pangan Lewat Forum Indonesia–China di Wuhan
ILUSTRASI. Pelabuhan peti kemas di Wuhan (Wang He/ChinaImages/via REUTERS)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia mendorong peningkatan investasi industri sekaligus ekspor produk pangan melalui gelaran Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026. Acara ini berlangsung di Wuhan, China. Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya di sektor pangan.

Indonesia hadir dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 melalui Indonesia Pavilion. Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, hingga pemilik merek dari Indonesia dan China guna membangun kolaborasi bisnis yang lebih konkret.

Indonesia tidak hanya membidik peningkatan ekspor, tetapi juga mendorong masuknya investasi industri pengolahan dari China. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar domestik dan ekspor.

Baca Juga: Pengemudi Ojol Ungkap Dampak dari Potensi Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi

Ketua Umum ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menyampaikan bahwa forum ini menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem industri yang terintegrasi antara Indonesia dan Tiongkok.

“Kami tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi industri ke Indonesia. Dengan menghadirkan investor dan pelaku industri, kita ingin mendorong pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi yang mampu memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Liang Zhi Long Group untuk penyelenggaraan Asian Food & Ecosystem Expo (AFEX). Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun platform industri pangan internasional yang terintegrasi, termasuk penguatan sektor akuakultur dan seafood.

Selain itu, Letter of Intent (LoI) juga diteken antara Chongqing Department Store Co., Ltd, Liang Zhi Long, dan ATTEC sebagai langkah awal memperluas akses distribusi produk Indonesia ke pasar Tiongkok.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai pasar Tiongkok memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, kami optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang. Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan bilateral, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia untuk tumbuh di pasar global,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya penguatan ekosistem pangan terintegrasi.

“Dalam memperkuat kemitraan ekosistem pangan Indonesia dan China, terdapat tiga prioritas utama yang perlu kita dorong bersama, yaitu penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital,” ujarnya.

Baca Juga: Osram Kembali Hadir di Indonesia, Optimistis Bidik Pasar Lampu Nasional

Ia menambahkan, kolaborasi ini perlu diwujudkan dalam bentuk investasi dan kemitraan jangka panjang.

“Kehadiran Paviliun Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperkenalkan produk pangan berkualitas ke pasar global. Untuk itu, kerja sama harus dibangun atas dasar kepercayaan, kemitraan yang setara, serta prinsip saling menguntungkan, dan diwujudkan dalam kerja sama strategis dan investasi jangka panjang,” tambahnya.

Sebanyak 17 exhibitor Indonesia turut berpartisipasi dalam Indonesia Pavilion dengan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari hasil perikanan hingga produk olahan bernilai tambah.

Tak hanya itu, forum ini juga membuka peluang ekspansi restoran Indonesia ke pasar internasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekspor berbasis kuliner. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong permintaan produk bumbu dan rempah Indonesia di pasar global.

Melalui forum dan pameran ini, Indonesia menargetkan terciptanya kolaborasi konkret yang mampu mendorong ekspor, investasi, serta penguatan posisi dalam rantai pasok pangan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×