kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pengemudi Ojol Ungkap Dampak dari Potensi Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi


Selasa, 31 Maret 2026 / 14:31 WIB
Pengemudi Ojol Ungkap Dampak dari Potensi Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi
ILUSTRASI. Pengendara kendaraan roda dua mengisi BBM Nonsubsidi (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia atau Garda Indonesia menyebut potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik BBM subsidi maupun non subsidi akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung kepada keberlangsungan hidup pengemudi ojek online (Ojol) di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyebut bahwa jika skenario pertama yaitu menaikkan harga BBM non-subsidi pada 1 April 2026 dilakukan, dari sisi ekonomi mikro, operasional pengemudi ojek online tidak terpengaruh atau relatif terkendali.

“Hal ini didasarkan pada fakta empiris bahwa lebih dari 95% pengemudi ojol merupakan pengguna BBM bersubsidi jenis Pertalite, yang selama ini menjadi tulang punggung efisiensi biaya operasional harian,” ungkap Igun dalam keterangan tertulis, Selasa (31/03/2026).

Baca Juga: Osram Kembali Hadir di Indonesia, Optimistis Bidik Pasar Lampu Nasional

Dengan demikian, struktur biaya langsung (direct cost) pengemudi tidak mengalami tekanan signifikan, sehingga daya tahan pendapatan harian masih dapat terjaga.

Namun demikian, bukan berarti kenaikan BBM non-subsidi tidak berpengaruh pada keseluruhan operasional.

“Kamu juga menggarisbawahi adanya potensi dampak tidak langsung (indirect effect). Kenaikan BBM non-subsidi berpotensi memicu inflasi biaya (cost-push inflation) di sektor logistik dan distribusi, yang dalam jangka menengah dapat mempengaruhi harga kebutuhan pokok serta menekan daya beli masyarakat,” tambahnya.

Dalam konteks ini, pengemudi ojol sebagai bagian dari ekosistem ekonomi informal akan tetap terdampak melalui penurunan permintaan layanan apabila daya beli masyarakat melemah.

Dari perspektif ekonomi makro, GARDA menilai stabilitas harga dan pasokan BBM subsidi menjadi faktor krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi rakyat (people’s economic resilience).

“Dalam situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan potensi krisis energi, keberlanjutan kebijakan subsidi energi merupakan instrumen strategis negara untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi domestik,” ungkap dia.

Oleh karena itu, Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menyarankan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga pasokan BBM, baik non subsidi maupun subsidi, di antaranya:

1. Tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi yang dapat langsung menekan kelompok rentan, pengemudi ojol dan pekerja sektor informal lainnya.

2. Pemerintah perlu memastikan distribusi dan pasokan BBM subsidi tetap lancar, tepat sasaran, dan bebas distorsi.

3. Kebijakan energi nasional harus mempertimbangkan multiplier effect terhadap ekonomi rakyat, bukan semata pendekatan fiskal.

Baca Juga: Pendapatan Blibli (BELI) Naik 34% pada 2025, Bidik Pendapatan Tumbuh 20% pada 2026

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kontribusi terhadap stabilitas nasional, Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif apabila pemerintah membentuk forum atau satuan tugas lintas sektor guna menjaga stabilitas energi nasional.

“Kami juga membuka ruang dialog konstruktif dengan kementerian terkait maupun perusahaan aplikator, guna membahas langkah-langkah mitigasi jika ke depan terdapat dinamika lanjutan yang berdampak pada keseimbangan ekosistem transportasi daring, termasuk skema penyesuaian tarif atau insentif operasional yang berkeadilan,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×